Surabaya, Bhirawa
Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya raih penghargaan pada ajang Penganugerahan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI), Sabtu (14/12), di Auditorium Kampus 1 Universitas Tarumanegara, Jakarta.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua YPTA Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., yang hadir bersama Sekretaris YPTA Surabaya Dr. IGN Anom Maruta, M.M. dan Bendahara YPTA Surabaya Dr. Ontot Murwato S., M.M., Ak., CMA., CPA.
Capaian ini semakin menegaskan peran strategis YPTA Surabaya sebagai yayasan yang menaungi tiga satuan pendidikan, yakni Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya, dan SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya.
Menanggapi penghargaan yang diterima, J Subekti menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses panjang dan seleksi yang ketat di tingkat nasional. Menurutnya, terpilihnya YPTA Surabaya menunjukkan adanya kepercayaan besar dari ABP-PTSI terhadap kinerja yayasan dalam mengelola pendidikan tinggi.
“Artinya, dari sekian banyak yayasan penyelenggara perguruan tinggi swasta, YPTA Surabaya dinilai memiliki keunggulan dan melampaui indikator yang ditetapkan,” ujarnya, Jumat (19/12).
Ia menyebut penghargaan tersebut tidak terlepas dari komitmen YPTA Surabaya dalam menyelenggarakan pendidikan yang selaras dengan amanat konstitusi, sekaligus konsisten membangun tata kelola kelembagaan yang berkelanjutan. “Kita mendapatkan penghargaan ini tidak lepas dari komitmen yang tinggi dalam menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan konstitusi. Penilaian itu didasarkan pada apa yang dilihat, didengar, serta citra YPTA Surabaya di mata yayasan lain yang pernah berinteraksi dan berkunjung ke Untag Surabaya,” jelasnya.
Lebih lanjut, J. Subekti menyampaikan bahwa YPTA Surabaya secara konsisten berkontribusi dalam penguatan pendidikan tinggi melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman pengelolaan perguruan tinggi, termasuk pendampingan serta transfer praktik manajemen dan tata kelola keuangan, guna mendorong pengelolaan kelembagaan yang tertib, transparan, dan akuntabel sesuai dengan standar yang diterapkan YPTA Surabaya.
Tidak hanya melalui kunjungan langsung, komunikasi dan berbagi pengetahuan juga dilakukan secara berkelanjutan dengan berbagai yayasan lain. Menurut J. Subekti, nilai-nilai pembentukan karakter sivitas akademika menjadi salah satu ciri khas yang terus ditanamkan oleh YPTA Surabaya.
“Pembentukan karakter mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan kami lakukan secara konsisten, termasuk melalui penguatan nilai kebangsaan dan pelestarian budaya nasional. Ini menjadi bagian dari komitmen YPTA Surabaya dalam mendidik generasi berkarakter,” ungkapnya.
Sementara itu, ABP-PTSI Award 2025 diberikan melalui tahapan penilaian yang komprehensif dan selektif. Dilakukan evaluasi mendalam terhadap berbagai aspek strategis, meliputi tata kelola kelembagaan, akuntabilitas, inovasi kurikulum, mutu sumber daya manusia, hingga kontribusi dan dampak sosial perguruan tinggi swasta di lingkungannya.
Menanggapi indikator penilaian tersebut, Ketua YPTA Surabaya menilai bahwa capaian institusi di bawah naungan yayasan turut menjadi faktor pendukung penghargaan ini. “Prestasi Untag Surabaya, termasuk capaian akreditasi unggul serta prestasi dosen dan mahasiswa, menjadi bagian dari penilaian. Hal itu menunjukkan bahwa pengelolaan pendidikan yang dilakukan YPTA Surabaya berjalan ke arah yang semakin maju,” katanya. [ina.wwn]

