26.2 C
Sidoarjo
Tuesday, January 20, 2026
spot_img

SMPN 2 Ploso Jombang Kebanjiran, Pembelajaran Beralih Daring


Jombang, Bhirawa
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Ploso, Jombang dilanda banjir. Akibatnya, pembelajaran di sekolah tersebut dialihkan menjadi daring untuk sementara, akibat sebagian ruang kelas terendam banjir, Kamis (20/11).

Genangan air memasuki kawasan sekolah yang lokasinya berada di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang tersebut sejak sehari sebelumnya. Hal tersebut membuat pihak sekolah memutuskan untuk mengalihkan seluruh kegiatan pembelajaran ke pembelajaran sistem daring.

Suasana sekolah tampak sepi. Hanya ada beberapa guru dan penjaga sekolah yang tampak di sekolah. Kepala SMPN 2 Ploso, Jombang, Winarko menjelaskan, luapan air mulai masuk ke halaman sekolah pada Rabu sore (19/11). “Sekitar pukul 15.00 WIB hari Rabu kemarin air sudah masuk halaman,” kata Winarko.

“Dari pantauan CCTV dan laporan tenaga kependidikan, hingga pukul Sebelas malam, air telah mencapai beberapa ruang kelas,” tambahnya.

Dengan situasi tersebut, pihak sekolah kemudian berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang. Laporan lengkap berikut dokumentasi foto dan video dikirimkan untuk memastikan perubahan sistem belajar dapat segera disetujui. “Kami laporkan sejak malam karena sebagian ruang sudah tergenang,” ujar Winarko.

“Dengan kondisi seperti itu, jelas pembelajaran tatap muka tidak bisa dilaksanakan,” imbuhnya.

Banjir tak hanya melanda area sekolah, akses menuju SMPN 2 Ploso, Jombang juga ikut tergenang air. “Jalan ke sekolah juga tenggelam. Kalaupun anak-anak mau berangkat, risikonya besar dan tidak memungkinkan,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Danlanal Batuporon Gelar Bakti Kesehatan dan Sosialisasi Daerah Terbatas di Desa Sepulu Bangkalan

Winarko mengatakan, banjir kali ini merupakan banjir yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Biasanya air tak sampai masuk ke kawasan sekolah, apalagi menyebabkan ruang kelas terendam. “Tiga tahun terakhir air tidak pernah masuk halaman. Kali ini bisa masuk karena pagar sekolah belum rapat, dan sekarang sedang dalam perbaikan,” jelas Winarko.

Akibat banjir ini, 15 kelas dengan total 478 siswa di sekolah tersebut terdampak. Lima ruang kelas sempat terendam, namun kondisi mulai surut pada Kamis pagi. “Halaman dan lapangan basket sempat tergenang penuh. Pagi tadi masih ada tiga kelas yang lantainya basah, tapi sekarang seluruh ruangan sudah surut,” ucap Winarko.

Pihak sekolah memastikan proses belajar tetap berjalan. Guru memberikan materi dan tugas melalui platform pembelajaran daring hingga kondisi kembali memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka. “Alhamdulillah air sudah menyusut. Jika tidak ada hambatan, besok pembelajaran tatap muka bisa kembali kami laksanakan,” tutupnya. [rif.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru