Bojonegoro, Bhirawa
PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, selaku operator Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), berkolaborasi dengan SKK Migas menggelar kuliah umum bertajuk “Peran Generasi Z dalam Industri Hulu Migas.” Acara yang berlangsung di Bojonegoro, Jawa Timur, ini dihadiri ratusan mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi setempat sebagai wujud komitmen industri hulu migas dalam membentuk calon pemimpin masa depan yang tangguh menghadapi dinamika sektor energi global.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai kompleksitas industri migas, kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional, serta kesiapan menghadapi dunia kerja lintas sektor. Para peserta juga diajak mengeksplorasi adaptasi teknologi digital, termasuk penerapan sistem komputerisasi canggih yang digunakan di Lapangan JTB sebagai fondasi efisiensi dan keberlanjutan operasional.
Deputi Manager JTB Field PEPC Zona 12, Andy Suhendro, menekankan pentingnya kesiapan Generasi Z di tengah pesatnya disrupsi teknologi dan persaingan global. “Industri hulu migas memainkan peran dominan dalam pemenuhan energi nasional. Adik-adik adalah penerus yang harus mempersiapkan diri seoptimal mungkin untuk mengemban tanggung jawab besar ini,” ujarnya, kemarin (12/11).
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyambut positif inisiatif tersebut. Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto, yang membuka acara secara simbolis, menyampaikan apresiasinya. “Program ini merupakan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang energi. Kami berharap mahasiswa mampu melahirkan gagasan inovatif untuk memajukan Bojonegoro sekaligus mempersiapkan diri menghadapi transisi energi pasca-ekstraktif,” katanya.
Sesi paparan diisi oleh Gunawan Setiaji Nugroho (Senior Manager Production PEPC), Dimas Ario R.P. (Koordinator Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa), serta M.L. Hangga Umbara (Field Operations JTB). Mereka menyampaikan materi kaya data dan contoh praktis industri, dilengkapi dialog interaktif yang membuka ruang eksplorasi minat akademis peserta.
Acara ditutup dengan sesi pembekalan dunia kerja oleh tim Human Capital PEPC serta pelatihan keterampilan public speaking. Melibatkna sebanyak 180 mahasiswa berasal dari STIE Permata Bojonegoro, IKIP PGRI Bojonegoro, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI), STIE Cendekia, STIKes Muhammadiyah, STIKes Insan Cendekia Husada, dan STIKes Rajekwesi.
Melalui kegiatan ini, Generasi Z Bojonegoro diharapkan semakin siap berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Industri hulu migas bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen terus membina penerus bangsa yang kompeten, visioner, dan berwawasan global menuju Indonesia Maju dan Berkelanjutan. [bas.ca]

