28.9 C
Sidoarjo
Wednesday, April 1, 2026
spot_img

Pemkot Batu Tingkatkan Siaga Kedaruratan Antisipasi Potensi Bencana

Kota Batu, Bhirawa
Menyikapi meningkatnya potensi terjadinya bencana di musim penghujan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu Kegiatan ini memastikan kesiapan seluruh unsur pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait dalam menghadapi ancaman tersebut.

Selasa (11/11), pemkot menggelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi yang dilaksanakan di halaman Balai Kota Among Tani, Batu.

Apel siaga bencana dipimpin langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, dan diikuti oleh Forkompimda, personel gabungan dari TNI-Polri, Basarnas, PMI, Tagana, BPBD, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Batu.

Nurochman mengingatkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana yang meningkat seiring datangnya musim hujan tahun ini.

“Apel siaga ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan wujud nyata kesiapsiagaan kita bersama untuk dapat berkolaborasi agar penanggulangan bencana di Kota Batu berjalan efektif, efisien, dan terpadu,” pesan Nurochman dalam amanatnya, Selasa (11/11).

Ia menjelaskan dalam apel siaga yang mengusung tema ‘Mewujudkan Mbatu Sae Tangguh Bencana’, ada lima fokus utama yang harus diperhatikan bersama. Fokus pertama melakukan penguatan sinergitas pentahelix dalam menyiapkan sumber daya siaga bencana. Kemudian dilanjutkan membangun kesadaran dan kapasitas masyarakat melalui sosialisasi, pelatihan, dan simulasi.

Selanjutnya wali kota mengajak semua pihak menyatukan persepsi dan perencanaan pengurangan resiko bencana lintas sektor. Selain itu juga emperluas komunikasi hingga tingkat desa dan kelurahan untuk penyebaran informasi kesiapsiagaan.

Berita Terkait :  Wali Kota Mojokerto Ingatkan Kelalaian Menyajikan Data dapat Berakibat Fatal

“Dan fokus kelima kita harus mengaktifkan posko siaga dan sistem peringatan dini di wilayah rawan bencana,” jelas Nurochman.

Saat ini Pemkot Batu telah melakukan langkah mitigasi dan pemetaan untuk mengantisipasi titik- ritik rawan bencana. Salah satu di antaranya dengan revitalisasi saluran air dengan box culvert di jalan utama, melakukan susur sungai di 94 titik di wilayah Sungai Sumberbrantas, Pusung Lading, Glagah Wangi, dan Krecek.

“Selain itu, pemkot juga melakukan pelatihan relawan kebencanaan, satuan pendidikan aman bencana, serta simulasi tanggap darurat berbasis data terus digencarkan untuk memperkuat sistem peringatan dini,” tambah Nurochman.

Dalam catatan BPBD Kota Batu, pada tahun 2024 lalu tercatat ada 122 kejadian bencana di Kota Batu. Dari jumlah tersebut sebanyak 86 persen merupakan bencana hidrometeorologi, 10 persen bencana geologi, dan 4 persen akibat faktor manusia.

Angka ini mengalami kenaikan di tahun 2025 dimana hingga 11 November sudah tercatat 165 kejadian bencana di Kota Batu. Padahal hingga Oktober 2025 masih tercatat sebanyak 149 kejadian bencana yang terdiri, tanah longsor sebanyak 57 persen, angin kencang 25 persen, banjir 11 persen, dan kebakaran hutan 7 persen.

Kenaikan angka ini juga menunjukkan selama 11 hari di bulan November ini telah terjadi 16 kejadian bencana. Karena itu pula dalam penanganan bencana tidak boleh lagi bersifat reaktif, tetapi harus berubah menjadi preventif.

Berita Terkait :  SMP PGRI 1 Buduran Sidoarjo, Meriahkan Indonesia Menari

“Kesiapsiagaan dan kesadaran diri adalah kunci agar kita mampu meminimalkan dampak dan korban bila bencana datang,” pesan Wali Kota.

Selain apel siaga bencana, kegiatan kemarin juga diikuti dengan simulasi tanggap bencana yang melibatkan berbagai unsur peserta apel. Simulasi ini bertujuan untuk melatih kesiapan personel dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi situasi darurat bencana di lapangan.

Diketahui, berdasarkan data BMKG sekitar 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim penghujan. Dan puncak hujan diperkirakan terjadi pada November 2025 hingga Januari 2026. Fenomena La Nina juga diprediksi berlangsung hingga Februari 2026 yang akan berdampak pada meningkatnya intensitas curah hujan di atas normal.

Dengan meningkatnya curah hujan dan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, Pemkot Batu mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada.

Warga diajak untuk selalu berpartisipasi dalam menjaga lingkungan agar Kota Wisata ini tetap aman dan tangguh menghadapi bencana. (nas.dre)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!