Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama
Gresik, Bhirawa.
Perkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bersama Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman. Juga sejumlah anggota DPD RI dari berbagai provinsi, termasuk Jawa Timur Dr. Lia Istifhama. Menggelar kegiatan penanaman pohon mangrove, di kawasan Grand Luley, Manado.
Penanaman mangrove menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja pimpinan MPR dan DPD RI, bertujuan memperkuat sinergi antara lembaga negara dan pemerintah daerah. Dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, untuk kelestarian lingkungan.
Menurut Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama mengatakan, bahwa kegiatan seperti ini telah menjadi tradisi baik di lingkungan DPD RI di bawah kepemimpinan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin. Gerakan tersebut dikenal dengan nama “Green Democracy”, atau “Senator Peduli”. Secara konsisten menggelar aksi tanam pohon di berbagai daerah Indonesia, mulai dari Bengkulu, Sulawesi Tengah, hingga Sulawesi Utara.
“Menanam pohon bukan sekadar simbol, tapi wujud nyata tanggung jawab moral senator kepada bumi. Pohon adalah sedekah hidup yang manfaatnya terus mengalir untuk manusia dan seluruh makhluk,” ujarnya.
Kegiatan memiliki lima tujuan utama yakni menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup, memulihkan daerah aliran sungai dan mengurangi emisi karbon. Membangun kesadaran masyarakat untuk menanam dan merawat pohon, melindungi keanekaragaman hayati, termasuk jenis pohon endemik seperti kayu hitam Sulawesi. Dan mangrove dan menjadikan kegiatan menanam pohon sebagai amal jariyah, sebab manfaat pohon akan terus mengalir bagi kehidupan.
“Dalam islam mengajarkan bahwa siapa pun yang menanam pohon, lalu buah atau naungannya dimanfaatkan makhluk hidup, maka itu menjadi pahala yang terus mengalir. Menanam mangrove hari ini bukan hanya menjaga bumi, tapi juga investasi pahala untuk masa depan,”ungkapnya.
Sementara Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman mengatakan, bahwa penanaman mangrove bukanlah kegiatan seremonial. Melainkan aksi konkret dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir, yang kini menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim global.
“Penanaman mangrove ini adalah simbol komitmen kita untuk menjaga bumi. Sulawesi Utara memiliki potensi besar dalam pengelolaan sumber daya laut dan pesisir. Karena itu, dukungan pemerintah pusat dan daerah harus berjalan seirama agar manfaat rehabilitasi lingkungan ini dirasakan langsung oleh masyarakat,”tegasnya.
Sementara Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay mengatakan, bahwa kegiatan penanaman mangrove di Manado menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga negara. Pemprov Sulut berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, dan pelestarian lingkungan. (kim.hel)

