Pemkab Situbondo, Bhirawa
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang akrab disapa Mas Rio, mendatangi Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU-SDA) Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Senin (22/9) untuk mengajukan normalisasi Kali Jumain.
Kunjungan tersebut disambut oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU SDA Jatim, I Nyoman Gunadi. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar satu jam itu.
Mas Rio didampingi tim dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, salah satunya PLT Kadis PUPP Kabupaten Situbondo, Abdul Kadir Jaelani.
Mas Rio menjelaskan bahwa Kali Jumain, yang melintasi Kecamatan Besuki, telah mengalami pendangkalan parah akibat tumpukan sampah dan lumpur selama puluhan tahun. Kondisi ini menjadi penyebab utama banjir tahunan yang merendam ratusan rumah warga di wilayah pesisir.
“Makanya saya datang ke sini bersama tim mau mengajukan normalisasi,” ujar Mas Rio.
Mas Rio menambahkan bahwa upaya Pemkab Situbondo sejauh ini terbatas, termasuk pengerahan satu unit alat berat yang ternyata tidak mampu mengatasi masalah secara menyeluruh.
“Kita sudah taruh alat berat satu di situ, nggak mampu juga,” ungkap Mas Rio.
Mas Rio menekankan bahwa normalisasi fisik sungai harus didukung oleh perubahan perilaku masyarakat.
“Sejauh ini saya sudah lakukan normalisasi agar mindset orang supaya tidak buang sampah di sungai. Itu sudah saya lakukan juga, serta juga menormalisasi hunian yang ada di bantaran sungai,” jelas Mas Rio.
Mas Rio, mengaku akan bersikap tegas jika ada pelanggaran tersebut.
“Itu sudah kita lakukan dan itu tidak mudah, di sisi itu saya akan keras dan saya akan lakukan,” jelasnya.
Oleh karena itu, Mas Rio berencana menjadikan kawasan tersebut sebagai spot nongkrong mirip Kali Code di Yogyakarta.
“Kali Jumain ini rencana saya mau dijadikan tempat wisata juga, tempat nongkrong seperti di Kali Code di Yogyakarta, karena itu murni di pusat kota,” ungkapnya.
Ia yakin, jika dinormalisasi, banjir di wilayah Besuki bisa dicegah sepenuhnya.
“Kalau itu bisa dinormalisasi, banjir di Besuki saya jamin tidak ada. Karena udah puluhan tahun, bisa dicek nanti kondisinya, bentuk kalinya sudah seperti apa,” katanya.
Sebelumnya, pada 20 September 2025, Mas Rio telah memimpin aksi bersih-bersih sepanjang 1,5 kilometer Kali Jumain bersama camat dan kepala desa serta masyarakat setempat. Ini dilakukan sebagai langkah awal menekan produksi sampah harian yang mencapai 50 ton di Situbondo.
“Pemkab Situbondo berharap normalisasi dapat terealisasi sebelum musim hujan akhir tahun ini, mengingat prediksi banjir pada Januari 2026 akibat pendangkalan sungai yang semakin parah,” pungkas Mas Rio.
Sementara itu, Plt I Nyoman Gunadi menyambut baik kunjungan tersebut dan berjanji akan memfasilitasi koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk tinjauan lapangan.
“Kami paham betul urgensi normalisasi ini sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya air di Jatim. Data kami tunjukkan sungai ini memang memerlukan intervensi segera untuk mencegah banjir di kemudian hari,” kata Gunadi.
Dinas PU SDA Jatim, lanjut Gunadi, berkomitmen membantu normalisasi Kali Jumain yang terletak di pusat Kecamatan Besuki, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata.
“Kami siap menindaklanjuti hasil pertemuan ini dengan membantu menormalisasi sungai tersebut,” kata Gunadi. (awi.dre)

