24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

National Hospital Hadirkan Integrated Genetic Test Pertama di Indonesia

Gelar Forum Kesehatan: Kenali Tubuh Pilih Obat Paling Cocok Lewat DNA


Surabaya, Bhirawa.
National Hospital Surabaya bersama NalaGenetics dan Asosiasi Genomik Indonesia (AGI) telah menggelar acara edukasi kesehatan bertajuk “Kenali Tubuh Anda, Pilih Obat yang Paling Cocok Lewat DNA!”.Forum yang diselenggarakan di Auditorium Ang Kang Hoo, National Hospital Surabaya, pada Senin, (8/9) ini mengangkat topik Pharmaco Genomic, sebuah pendekatan terkini dalam kedokteran presisi yang memanfaatkan analisis DNA untuk menentukan pilihan obat yang paling sesuai bagi setiap individu.

Dengan metode ini, diharapkan pasien dapat memperoleh terapi yang lebih efektif, aman dan personal. CEO National Hospital Ang Hoey Tiong mengatakan, acara launching ini menjadi momentum peluncuran The First Integrated Genetic Test in Indonesia, yang mendukung layanan kedokteran presisi di National Hospital.

Selain itu, menurutnya, kehadiran layanan di National Hospital tersebut menjadi upaya mewujudkan kedokteran presisi. “Melalui forum ini, kami juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa setiap tubuh memiliki respons berbeda terhadap obat. Dengan teknologi genetika, pasien dapat menerima terapi yang lebih tepat sasaran dan meminimalkan efek samping,” terangnya.

Adapun hadir dalam forum tersebut, sebagai pembicara utama, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, MMIS, Sp.OG, Ketua Asosiasi Genomik Indonesia (AGI) dan Dekan Fakultas Kedokteran IPB University yang akan membahas pentingnya pemanfaatan tes genetik dalam dunia medis di Indonesia.

Berita Terkait :  30 Finalis Startup Terbaik Bersaing Memperebutkan Dana Ratusan Juta di Pertamuda 2024

Selain itu, forum ini juga akan menghadirkan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD., Ph.D., Wakil Menteri Kesehatan RI, Levana Sani, BSc, MBA, CEO dan Founder Nala Genetic, dan dr. Jordan Bakhriansyah, Sp.Jp, FIHA, Medical & Nursing General Manager National Hospital Surabaya.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan, farmakogenomik merupakan salah satu komponen utama dalam pengobatan presisi, yang mempelajari bagaimana DNA seseorang memengaruhi cara tubuh merespons obat. Hasil analisis farmakogenomik membantu meningkatkan hasil perawatan kesehatan dengan mengidentifikasi target obat baru dan membantu mengetahui apakah suatu obat bermanfaat dan aman untuk dikonsumsi.

“Informasi mengenai kecocokan obat diperoleh dari hasil analisis farmakogenomik. Farmakogenomik adalah penggunaan informasi genomik untuk memilih dan mempersonalisasi penggunaan obat, guna menghindari reaksi yang merugikan serta mengoptimalkan kemanjuran obat,” jelas Ang Hoey Tiong.

Untuk itu National Hospital berkomitmen menjadi pelopor dalam layanan kesehatan berbasis teknologi mutakhir, dengan menghadirkan inovasi yang mendukung peningkatan kualitas hidup pasien. Medical & Nursing General Manager National Hospital, dr. Jordan Bakhriansyah, Sp. Jp, FIHA, menjelaskan tes genetik bukan sekadar pemeriksaan kesehatan rutin seperti tes darah atau urine.

“Genomik testing melihat lebih dalam hingga ke level DNA, urutan asam basa, dan proses pembentukan protein. Dari sana kita bisa memprediksi risiko penyakit, mengevaluasi terapi, hingga menentukan pengobatan paling tepat,” jelasnya.

Berita Terkait :  Poli Jantung RSUD Jombang, Layanan Medis Profesional untuk Penanganan Gagal Jantung

Tes ini, menurut Jordan, dapat mendeteksi potensi kelainan genetik yang memicu penyakit serius seperti kardiomiopati, gangguan irama jantung, hingga hiper-kolesterolemia. Bahkan, hasil tes bisa memberi panduan penggunaan obat yang sesuai, misalnya pada pasien jantung yang tidak merespons obat pengencer darah tertentu.

Direktur National Hospital, dr. Hendra Hendri, SpOG, menambahkan tes DNA tidak hanya bermanfaat untuk terapi penyakit kronis, tapi juga bisa digunakan untuk mendukung pola hidup sehat. “Tes ini bisa membantu menentukan pola makan, toleransi terhadap kopi atau buah tertentu, hingga gaya belajar anak. Selain itu, risiko penyakit keturunan seperti kanker juga bisa diprediksi lebih awal sehingga pencegahan bisa dilakukan sejak dini,” ujarnya.

Maka dengan hasil yang dapat diperoleh hanya dalam dua minggu, tes genetik memberi informasi seumur hidup yang bisa digunakan di berbagai layanan medis. CEO sekaligus Founder Nala Genetic, Levana Sani mengatakan menilai tes genetik di Indonesia masih dalam tahap adopsi awal. Namun, tren kesadaran masyarakat terus meningkat.

“Teknologinya sudah sangat maju, akurasinya di atas 99 persen. Namun, faktor genetik hanyalah salah satu aspek. Lingkungan dan gaya hidup tetap memegang peran penting dalam menentukan kesehatan seseorang,” tuturnya.

Untuk itu, Levana menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, dokter, dan pemerintah agar pemahaman tentang manfaat tes genetik semakin meluas. National Hospital merupakan salah satu rumah sakit di Surabaya berstandar internasional yang mengutamakan kualitas layanan medis, kenyamanan pasien, dan teknologi mutakhir.

Berita Terkait :  PEPC JTB Gelar General Safety Talk Libatkan Kontraktor Mitra Kerja untuk Penguatan Budaya K3

Sebagai RS terbaik di Surabaya, National Hospital menghadirkan berbagai layanan unggulan dari spesialisasi umum hingga subspesialisasi lanjutan. Hal itu menjadikan National Hospital sebagai pilihan utama masyarakat yang mencari RS internasional di Surabaya dengan reputasi terpercaya.

National Hospital memiliki tenaga medis profesional yang kompeten dan fasilitas berkelas dunia menjadikan setara dengan RS lainnya di dunia.[riq.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru