Pemkab Pasuruan, Bhirawa
Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo langsung bergerak cepat dalam menyelesaikan permasalahan sampah yang belum optimal di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
Mas Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan menyatakan, pihaknya akan menerapkan sistem insinerator, yaitu teknologi pembakaran sampah bersuhu tinggi. Sistem tersebut dinilai lebih praktis hingga mampu memangkas volume sampah secara signifikan.
”Kami mencari solusi yang lebih realistis. Yakni, dengan teknologi insinerator jauh lebih efisien dan bisa dioperasikan dalam skala besar. Sedangkan, untuk pemanfaatan gas metan sebelumnya terlalu teknis dan mahal,” ujar Mas Rusdi, Rabu (6/8).
Bila sistem itu berjalan baik, kata Mas Rusdi, Pemkab Pasuruan menargetkan terciptanya zero waste. Yaitu, sampah tidak hanya ditimbun, namun diolah habis hingga tidak menyisakan limbah.Tentu, targetnya zero waste. Sehingga, sampah-sampah tidak hanya dibuang, tapi bisa diolah sampai benar-benar habis.
Mas Rudi juga menekankan solusi sampah tak bisa hanya mengandalkan teknologi. Namun, persoalan sebenarnya justru ada di hulu. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan membuang sampah dengan benar.
”Perilaku di masyarakat harus berubah. Dan itu bisa menjadi kuncinya. Sebab, selama ini kita hanya berkuat di hilir, yakni mengolah sampah yang sudah menumpuk,” imbuh Mas Rusdi.
Pejabat nomer satu di Kabupaten Pasuruan ini juga akan melakukan pembenahan infrastruktur di TPA, termasuk juga memperkuat kampanye kesadaran lingkungan.Terutama kepada generasi muda, komunitas dan warga di kawasan padat penduduk.
”Pengelolaan sampah itu bukan hanya cuma urusan pemerintah, tapi juga soal tanggung jawab bersama. Dan mesin canggih tak akan berarti kalau pola pikir masyarakat tidak ikut berubah,” jelas Mas Rusdi.
Sekadar diketahui, kondisi TPA Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan menuai pemasalahan. Hal itu, menyusul adanya penumpukan sampah yang semakin tak terkendali, akibat sistem lama yang tak lagi efektif.
Salah satu teknologi yang sempat digunakan adalah pemanfaatan gas metan, namun itu belum efisien. Dikarenakan biaya operasionalnya tinggi dan hasilnya tidak optimal. Sebagai gantinya, Pemkab Pasuruan bersiap menerapkan sistem insinerator. [hil.fen]

