24 C
Sidoarjo
Thursday, April 3, 2025
spot_img

PMK di Kota Batu Meluas, Polres Instruksikan Bhabinkamtibmas Dampingi Vaksinasi di Pedesaan

Kota Batu,Bhirawa.
Wabah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak terus meluas di Kota Batu. Hal ini memginisiasi Kepolisian Resor (Polres) kota ini menerjunkan anggotanya untuk membantu para peternak. Mereka menginstruksikan Bhabinkamtibmas untuk aktif mendampingi proses vaksinasi untuk mengoptimalkan pencegahan PMK di pedesaan.

Salah satu desa di Kota Batu yang terdapat ternak sapi terserang PMK adalah Desa Punten, Kecamatan Bumiaji. Karena itu Bhabinkamtibmas Desa Punten, Aipda Puguh kini aktif mendampingi Tim Penanganan PMK.

Tim Penanganan PMK ini merupakan tim gabungan yang terdiri dari petugas Puskeswan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan perangkat Desa Punten. Mereka aktif menjalankan vaksinasi PMK terhadap ternak sapi milik warga.

Vaksinasi di desa ini menyasar 10 kandang ternak, dengan total 37 ekor sapi penerima vaksin booster PMK. “Vaksinasi ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh hewan ternak agar lebih kebal terhadap serangan virus PMK, yang dapat menjangkiti sapi, kambing, dan domba,” ujar Puguh, Minggu (9/2).

Ditegaskan Kapolres Kota Batu, AKBP Andi Yudha Pranata bahwa sejak merebaknya wabah PMK di beberapa wilayah, pihaknya terus aktif melakukan berbagai upaya pencegahan. Di antaranya memberikan pendampingan vaksinasi, melakukan monitoring dan pendataan ternak sapi, serta memberikan edukasi kepada para peternak melalui program Jum’at Curhat.

“Dan Bhabinkamtibmas harus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah dalam penanggulangan PMK,” tegas Andi. Ia berharap dengan vaksinasi PMK yang dilakukan secara rutin, kasus penyebaran virus ini dapat ditekan secara signifikan. Dan kesehatan ternak di Kota Batu akan terjaga dan mampu meningkatkan kesejahteraan para peternak.

Berita Terkait :  PGN Area Surabaya Tingkatkan Layanan Jargas Rumah Tangga melalui Temu Pelanggan

Salah satu peternak yang sapinya menerima vaksin, Ariyat mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Bhabinkamtibmas dan tim yang telah membantu dalam pelaksanaan vaksinasi ini. Dengan adanya pendampingan Bhabinkamtibmas dan sinergi antara berbagai pihak, diharapkan vaksinasi PMK dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal, khususnya bagi peternak di Desa Punten dan sekitarnya.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya vaksinasi ini, karena kami tidak ingin ternak kami terkena PMK. Kami berharap kegiatan ini terus dilakukan agar sapi-sapi kami tetap sehat,” ungkap Ariyat.

Diketahui, wabah PMK yang menyerang hewan ternak di Kota Batu terus meluas. Pemkot Batu juga telah mengambil sejumlah kebijakan sebagai langkah antisipasi untuk menekan persebaran PMK, salah satunya melakukan percepatan vaksinasi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu, Heru Yulianto mengatakan bahwa dalam melakukan vaksinasi inì Pemkot Batu mendapatkan bantuan vaksin PMK dari pemerintah pusat sebanyak 3.525 dosis.

Dengan adanya bantuan tersebut, Distan KP terus menggenjot proses vaksinasi. Dalam data yang tercatat di Distan KP sudah sebanyak 923 dosis vaksin telah terealisasi.

“Sampai dengan ini total 923 dosis, yang sudah masuk data Isikhnas 723 dosis, yang 200 belum masuk karena masih maintenance(pemeliharaan),” ujar Heru.

Ia menjelaskan bahwa vaksinasi PMK ini dilakukan dengan menyebar di 3 Kecamatan Kota Batu. Yaitu, Kecamatan Batu, Bumiaji dan Junrejo. Dan sampai saat ini proses vaksinasi ini masih terus berjalan. “Adapun kawasan yang sudah divaksin meliputi Desa Pesanggrahan, Tlekung, Junrejo, Beji, Punten dan Bumiaji,” tambah Heru.

Berita Terkait :  Gubernur Terpilih Khofifah Ajak Satukan Barisan dan Pikiran untuk Majukan NKRI

Saat ini penyakit PMK di Kota Batu menjangkiti 48 ekor sapi. Lima ekor diantaranya mati dan dua sapi harus dipotong paksa. Adapun eberapa hewan ternak yang diduga mati karena infeksi PMK itu milik peternak Desa Pendem, Junrejo dan Pesanggrahan. Dan ternak yang mati diketahui belum mendapat vaksin sebelumya. Untuk itu Distan KP terus mengevaluasi dan merumuskan penanganannya terutama untuk obat dan vaksin baru.(nas.ca)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru