25 C
Sidoarjo
Tuesday, March 3, 2026
spot_img

Komisi II DPRD Gresik Dorong Skema Baru Pemerintah Anggaran Berbasis Kinerja

Anggota Komisi II DPRD Gresik Muhammad Kurdi pada penandatanganan berita acara forum OPD di Diskopumperindag Gresik

DPRD Gresik, Bhirawa.
Dalam forum organisasi perangkat saderah ( OPD ), merupakan wadah fasilitasi bagi perangkat daerah. Untuk menyerap aspirasi para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan strategis, khususnya di bidang koperasi, usaha mikro, industri, dan perdagangan.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gresik Muhammad Kurdi, menyoroti Dinas Koperasi Usaha, Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik ploting anggaran menurun

“Seiring dengan perkembangan sudah saatnya plotting anggaran tidak monoton, dan berulang setiap tahun seperti sebelumnya. Harus berbasis pada capaian kinerja, OPD yang mampu mencapai atau bahkan melampaui target, pagu anggarannya bisa ditambah di tahun berikutnya. Sebaliknya, yang tidak mencapai target perlu dievaluasi,”ujar Gus Kurdi panggilan sapaan sehari-hari.

Pada tahun ini anggaran Diskopumperindag, mengalami penurunan signifikan hingga sekitar Rp 53 miliar. Penurunan tersebut juga dipengaruhi tidak diterimanya Dana Alokasi Khusus (DAK), dari pemerintah pusat. Meski demikian sistem penganggaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Ke depan harus mulai berubah, dengan berbasis pada capaian target kinerja.

“Sektor koperasi dan usaha mikro, menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat harus ada perhatian lebih. Dan skema tersebut tetap harus memperhatikan mandatory spending, dan belanja rutin pegawai yang memang tidak bisa diutak-atik.”ungkapnya.

Alokasi koperasi dan usaha mikro turun drastis, di tambah turunnya alokasi anggaran untuk sektor koperasi dan usaha mikro. Tahun ini, dari total pengurangan anggaran Diskopumperindag sektor urusan wajib koperasi dan usaha mikro. Hanya mendapat alokasi Rp 1,9 miliar, angka jauh menurun dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 5 miliar. Dan dari Rp 1,9 miliar sebagian besar dialokasikan untuk pendampingan KDKMP, berdampak usaha mikro dinilai minim mendapatkan perhatian anggaran.

Berita Terkait :  Perkuat Komitmen Lestarikan Lingkungan, KENCANA Group Tanam 1.000 Pohon di Kaki Gunung Welirang

“Pemerintah daerah kembali membuka kran hibah untuk koperasi, usaha mikro, industri kecil, dan sektor perdagangan guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dan revitalisasi pasar sangat penting agar pedagang dan pembeli merasa nyaman, juga berdampak langsung pada perputaran ekonomi,”tegasnya.

Ditambahkan Muhammad Kurdi, bahwa kondisi pasar-pasar yang dikelola Diskopumperindag. Dari tujuh pasar yang ada, sebagian besar dinilai dalam kondisi memprihatinkan. Dan apresiasi pembangunan Pasar Sidayu yang baru, berharap dapat memberikan kenyamanan bagi pedagang dan meningkatkan omzet mereka. (kim.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!