Jangan Biarkan Program Makan Bergizi Jadi Bancakan Korupsi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah bertujuan mulia: mencerdaskan anak bangsa dan memberantas stunting. Namun, niat baik ini bisa menjadi bencana jika tidak dibarengi pengawasan ketat. Berdasarkan laporan dan temuan di lapangan, saya menyoroti tingginya potensi penyelewengan dana dalam proyek ini, yang tak jarang diplesetkan menjadi “Maling Berkedok Gizi”.
Sebagai warga negara, saya sangat prihatin mendengar adanya dugaan penggelapan dana oleh oknum mitra dapur yang menyebabkan terhentinya distribusi makanan di beberapa sekolah. Lebih parah lagi, anggaran raksasa yang mencapai ratusan triliun rupiah berisiko tinggi dikorupsi secara sistemik.
Kasus keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah juga menjadi indikasi nyata adanya pengurangan kualitas (markup) demi mengambil keuntungan pribadi. Ketika uang rakyat digunakan untuk membeli bahan pangan berkualitas rendah, anak-anak kita yang menjadi korbannya.
Saya meminta KPK dan Timnas Pencegahan Korupsi (Timnas PK) untuk benar-benar mengatensi program ini. Transparansi mutlak diperlukan. Jangan sampai anggaran yang diambil dari pos pendidikan justru habis dimakan tikus-tikus berdasi, bukan untuk meningkatkan nutrisi.
Pemerintah harus berani menindak tegas dan menutup celah korupsi dalam rantai distribusi MBG. Libatkan masyarakat dalam pengawasan agar program ini berjalan akuntabel.
Rini Ambarwati
Guru, di Sukodono Sidoarjo


