30 C
Sidoarjo
Sunday, March 22, 2026
spot_img

46 Dokter Resmi Dilantik, Fakultas Kedokteran Unusa Perkuat Layanan Kesehatan Daerah

Surabaya, Bhirawa.
Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa) menggelar pelatikan dan sumpah dokter di Auditorium Kampus B Unusa, Surabaya. Pelantikan yang di ikuti oleh 46 dokter baru, terdapat dari pulau-pulau terluar, dari tanah yang jauh dari rumah sakit besar, wilayah bagi sebagian plosok yang belum banyak orang yang tahu. Rabu, (11/12/2026)

Dekan FK Unusa, Dr. Handayani, dr., M.Kes, mengatakan 46 lulusan dokter itu terdiri atas peserta yang lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) periode Agustus dan November 2025. “Sebelum menjalani program internsip, para lulusan diwajibkan mengikuti sumpah dan pelantikan dokter sebagai bagian dari tahapan profesi,” jelasnya.

Lanjut Handayani menjelaskan bahwa sejak awal hingga akhir periode ujian, tingkat kelulusan first taker mencapai 90 persen, angka tersebut melampaui standar minimal 75 persen yang menjadi salah satu indikator penilaian akreditasi fakultas kedokteran.

“Lampauan tersebut menunjukkan semakin baiknya mutu dan kualitas proses pembelajaran di FK Unusa, capaian menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Handayani mengukapkan sejumlah dokter baru berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tercatat terdapat dari luar Pulau Jawa di antaranya dari Morotai, Tarakan, Manokwari, dan Sulawesi Utara.

“Keberagaman mahasiswa menunjukkan bahwa FK Unusa dikenal dan dipercaya secara nasional, kampus juga memiliki program beasiswa dan potongan biaya pendidikan, tertutama santri pondok pesantren dan warga Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki kartu keanggotaan,” ucapnya.

Berita Terkait :  Santri Ponpes Al Fatimah Gelar Doa Bersama bagi Bangsa dan Korban Demo

Ke depan, tambah dekan FK Unusa, akan menjalin kerja sama dengan rumah sakit tergabung dalam Asosiasi Rumah Sakit NU (ARSINU) di seluruh Indonesia, diharapkan dapat membantu daerah yang masih kekurangan dokter spesialis, dengan mengusulkan dokter dari wilayahnya untuk mengikuti program PPDS. “Pihak fakultas membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga dokter, khususnya spesialis di daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu dokter baru Muhammad Rafli yang merahi predikat terbaik menyampaikan bahwa Usai dilantik berencana menjalani program internship di Tarakan, serta pengabdiannya di daerah asal dapat menjadi jalan untuk memperoleh rekomendasi daerah, sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis. “Selesai pelantikan ini saya akan mengabdi di daerah asal saya beberapa tahun, setelah itu semoga bisa mengambil spesialis pada bidang Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah,” ungkapnya.

Rafli menceritakan ketertarikan tidak muncul secara tiba-tiba, saya aktif mengikuti berbagai seminar, olimpiade, hingga penelitian yang berkaitan dengan kesehatan jantung, bahkan beberapa kali terlibat dalam penelitian bersama dokter-dokter spesialis jantung di Universitas Airlangga sebagai asisten peneliti. “Belajar jantung itu kompleks dan menantang, tapi dampaknya sangat besar kualitas hidup pasien, Dari situ merasa bidang yang ingin saya dalami,” imbuhnya.[ren.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!