Surabaya, Bhirawa
Sebanyak 34 siswa atlet SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya akan bertanding pada Kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Porprov) pada Juni-Juli 2025 mendatang di Malang. Jumlah ini pun menjadi terbanyak yang didelegasikan sekolah pada event bergengsi tahunan ini.
Puluhan siswa ini duduk di bangku kelas X dan XI. Mereka akan berlaga dalam beberapa cabang olahraga diantaranya seperti Hockey, Woodball, Kabbadi, Arung Jeram, Kurash, Atletik, Pencak Silat, Futsal, dan Drumband.
“Syukur, Alhamdulillah. Tahun ini SMAMX punya kesempatan mewakilkan banyak atletnya di Porprov. Para siswa kami juga terjun dalam banyak Cabor, sangat bervariasi,” ujar Axel Thomas, pembina olahraga di sela-sela kegiatan sekolah.
Menjelang lima bulan kejuaraan, Axel mengatakan jika saat ini para siswa atlet tengah mempersiapkan diri dengan melakukan pemusatan latihan. Beberapa cabang olahraga kata dia, sudah melakukan training center di luar kota. “Dari 34 atlet siswa hanya 2 siswa yang akan membela Ponorogo dan Mojokerto. Sisanya mereka akan membela Kota Surabaya,” katanya.
Guru PJOK (pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan) SMAMX ini juga menambahkan saat ini tim Pelatih kelas Olahraga SMAMX secara intens membantu mereka dalam penyiapan fisik dan mental. Termasuk juga dalam membuatkan program latihan dan asupan gizi.
“Kami memberikan pendampingan penuh untuk mereka semua. Mulai dari program latihan fisik, program gizi, dan juga tidak lupa program peningkatan psikologis. Agar performa mereka dapat terus meningkat dan terjaga hingga saatnya terjun ke kejuaraan,” tambah Axel.
Sementara itu, Kepala SMAMX Surabaya, Salim Bahsyri mengatakan saat ini ada 500 siswa di kelas olahraga. Dalam pembinaan sekolah menjalin kerjasama dengan banyak pihak untuk memenuhi kebutuhan fasilitas olahraga siswa, diantaranya dengan Unesa, lalu untuk fasilitas renang dan gym sekolah bekerja sama dengan Atlas dan BG Junction.
“Kami juga bekerjasama dengan klub klub olahraga binaan KONI Surabaya untuk pengembangan atlet. Sekolah juga memfasilitasi pelatih khusus psikologi untuk atlet,” urainya.
Terkait SDM, Salim menjelaskan pihaknya merekrut guru olahraga yang wajib memiliki sertifikat keahlian dan kepelatihan khusus. Selain itu untuk pelatih sekolah juga bekerjasama dengan koni Surabaya untuk memberikan rekomendasi pelatih yang tersertifikasi dan berprestasi. Bahkan disiapkan tenaga khusus untuk pembinaa gizi calon atlit SMAMX Surabaya.
“Pembelajaran untuk siswa kita buat 70 % pengembangan bakat minat, 30 % pembelajaran di kelas. Sedangkan untuk kelas 12 sebaliknya,” katanya.
Namun, jika ada siswa atlet maka akan kita bekali dengan e-learning untuk mengejar pembelajaran kelas. Sebab, biasanya sudah ada porsi latihan setiap hari bahkan biasanya ada latihan pagi.
Program Kelas Olahraga SMAMX telah dilengkapi dengan tim pendamping dan pelatih yang lengkap, mulai pelatih fisik, ahli gizi, pemandu bakat, hingga psikolog olahraga. Sehingga, akan cukup mampu mengembangkan para siswa menjadi atlet yang baik dan berbudi luhur. [ina.wwn]