Jakarta, Bhirawa
Sebanyak 20 ribu anak yang sebelumnya putus sekolah kembali melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat yang dijalankan Kementerian Sosial dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan antara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Kamis (12/3) sekitar pukul 23.30 WIB.
Sebagaimana unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Jumat, silaturahmi yang dilakukan Menteri Sosial tersebut sekaligus melaporkan perkembangan program Sekolah Rakyat.
“Alhamdulillah dalam satu tahun ini hampir 20.000 anak-anak putus sekolah dapat kembali bersekolah,” tulis unggahan tersebut.
Selain mendapatkan akses pendidikan, para anak juga memperoleh fasilitas tempat tinggal yang layak, makanan, pemenuhan gizi, serta jaminan kesehatan.
Program Sekolah Rakyat dijalankan sebagai upaya pemerintah memastikan anak-anak usia sekolah tetap memperoleh kesempatan belajar.
Program sekolah rakyat dijalankan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan anak-anak usia sekolah dapat memperoleh akses pendidikan.
Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian terhadap persoalan anak-anak yang tidak dapat bersekolah.
Kepala Negara berupaya agar tidak ada lagi anak yang seharusnya berada di bangku sekolah tetapi tidak memperoleh kesempatan pendidikan serta mendorong agar anak-anak tidak hidup dan mencari nafkah di jalanan.
“Presiden Prabowo tidak ingin ada lagi anak-anak yang seharusnya bersekolah tetapi tidak dapat bersekolah, serta tidak ingin ada anak-anak yang harus berada hidup, mencari makan dan tinggal di jalanan,” tulis unggahan itu.
Program sekolah rakyat direncanakan terus ditingkatkan setiap tahun dengan harapan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia.
Program Sekolah Rakyat adalah inisiatif pendidikan unggulan dari Presiden Prabowo yang dirancang sebagai sekolah berasrama gratis untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.
Program ini secara khusus menargetkan anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak jalanan, dan kelompok rentan di seluruh Indonesia. [ant.kt]


