Sidoarjo, Bhirawa
Bagian Kesra Pemkab Sidoarjo, Selasa (3/3) kemarin, melakukan seleksi untuk mendapatkan kembali 15 orang penghafal quran ( hafidz/hafidzah ) yang tahun 2026 ini tercatat ada yang resign atau mengundurkan diri.
Proses seleksi dilakukan selama 2 hari, mulai 3 hingga 4 Maret, bertempat di ruang rapat Delta Karya Setda Sidoarjo.
Pada hari pertama, 3 orang penguji akan menyeleksi pendaftar dari 9 kecamatan, yakni dari Waru, Gedangan, Sedati, Buduran, Krian, Taman, Balongbendo, Tarik dan Prambon. Pada seleksi kedua, pendaftar dari Kecamatan Sukodono, Wonoayu, Sidoarjo, Candi, Tanggulangin, Jabon, Porong, Krembung dan Tulangan.
Kepala Bagian Kesra Pemkab Sidoarjo, Mustofi Almahili, mengatakan jumlah hafidz/hafidzah di Kabupaten Sidoarjo ada sebanyak 750 orang. Pada saat dilakukan registrasi ulang pada tanggal 31 Januari 2026, ternyata ada 15 orang yang tercatat mengundurkan diri. Faktornya macam-macam. Ada yang tempat tinggalnya pindah dari Sidoarjo, ada karena kesibukan dan ada yang meninggal dunia.
“Para hafidz hafidzah ini kita butuhkan untuk ikut memberikan ilmu tentang alquran kepada para murid-muridnya,” komentar Mustofi, Selasa (3/3) kemarin, di kantornya.
Karena bantuannya tersebut, Pemkab Sidoarjo selama 1 tahun memberikan penghargaan sebesar Rp4 juta. Nilai tersebut ditransfer secara bertahap setiap 3 bulan sekali.
Dari catatan Bagian Kesra Sidoarjo, Kecamatan Waru termasuk kecamatan yang paling banyak terdapat para hafidz dan hafidzah tersebut. Sedangkan kecamatan yang paling sedikit diantaranya dari Kecamatan Jabon dan Balongbendo. “Aktivitas dari para hafidz dan hafidzah ini setiap tahun progresnya kita evaluasi, ada perkembangan atau tidak,” ujarnya Mustofi.
Dari keberadaan hafidz dan hafidzah di Sidoarjo ini , menurutnya termasuk salah satu upaya yang busa melahirkan bibit-bibit santri yang punya potensi dalam lomba-lomba keagamaan seperti MTQ. Baik antar kecamatan di Kabupaten Sidoarjo dan MTQ antar kabupaten di tingkat provinsi Jawa Timur. [kus.wwn]


