27 C
Sidoarjo
Thursday, April 9, 2026
spot_img

137 SLB Teken MoU Peningkatan Kompetensi ABK Perkuat Pendidikan Inklusif Berbasis DUDI

SLB Siap Kerja, Dindik Jatim Gandeng Industri

Dindik Jatim, Bhirawa
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan inklusif. Layanan pendidikan yang diberikan bagi SLB tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di kelas. Akan tetapi juga pada kesiapan peserta didik dalam menghadapi dunia kerja.

Hal tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Indobismar Surabaya dengan 137 Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri dan swasta se-Jawa Timur. MoU difokuskan pada proses magang guru dan murid, pelatihan murid dan guru serta membaca peluang kerja bagi lulusan ABK.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat link and match antara satuan pendidikan khusus dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), khususnya dalam memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk berkembang.

“Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi anak-anak didik kami yang berkebutuhan khusus untuk belajar secara langsung serta memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan peluang magang maupun kerja di PT Indobismar,” ujar Aries.

Ia menegaskan bahwa pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus harus mampu menjawab tantangan zaman. Tidak cukup hanya memberikan layanan pendidikan secara akademik, tetapi juga perlu memastikan bahwa para murid memiliki keterampilan yang relevan, kepercayaan diri, serta kesiapan untuk hidup mandiri di tengah masyarakat.

Berita Terkait :  Berkolaborasi dengan KPK, UM Bangun Ekosistem Anti Korupsi

Selama ini salah satu tantangan utama lulusan SLB adalah akses terhadap dunia kerja yang masih terbatas. Oleh karena itu, kehadiran dunia industri dalam ekosistem pendidikan menjadi sangat penting untuk menjembatani kebutuhan tersebut.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi sekat antara lulusan SLB dengan dunia kerja. Mereka juga memiliki peluang yang sama, ruang yang sama, dan kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.” ujarnya.

Lebih lanjut, Aries juga mengapresiasi keterlibatan 137 SLB negeri dan swasta yang turut serta dalam kerja sama ini. Ia menyebut angka tersebut sebagai representasi dari semangat kolektif seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Jawa Timur dalam mendorong transformasi pendidikan inklusif.

“Keterlibatan 137 SLB ini menunjukkan bahwa kita memiliki semangat yang sama untuk bergerak maju. Ini bukan hanya kerja sama formal, tetapi gerakan bersama untuk masa depan anak-anak kita.” imbuhnya.

Sementara itu, CEO PT Indobismar, Siswanto, menyampaikan pihaknya memiliki komitmen kuat untuk menjadi bagian dari solusi dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Ia menilai bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila diberikan kesempatan yang tepat.

“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki keunikan dan potensi masing-masing. Melalui kerja sama ini, kami ingin memberikan ruang bagi siswa SLB untuk belajar, berlatih, dan nantinya dapat berkontribusi di dunia kerja sesuai dengan kemampuan mereka,” ujar Siswanto.

Berita Terkait :  Puluhan Raja Nusantara Disambut Bupati Sampang di Pendopo

Ia juga menjelaskan bahwa PT Indobismar akan membuka berbagai program yang dapat diakses oleh murid SLB, mulai dari pelatihan dasar, praktik kerja lapangan (PKL), hingga peluang magang dan rekrutmen tenaga kerja.

Program-program tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik dari masing-masing sekolah. Dengan demikian, lulusan SLB diharapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja secara optimal.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan akan tercipta ekosistem pendidikan inklusif yang lebih kuat di Jawa Timur, di mana seluruh pihak, baik pemerintah, sekolah, dan dunia industri, dapat bersinergi dalam menciptakan lulusan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Penandatanganan MoU ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan khusus dan layanan khusus, sekaligus memastikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki akses terhadap masa depan yang lebih baik.

Sebagai informasi, penandatanganan MoU berlangsung pada Senin siang (6/4) di Surabaya, dan disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, bersama Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Mudianto. Adapun penandatanganan dilakukan secara langsung oleh CEO PT Indobismar, Siswanto, dengan para Kepala SLB dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

Melalui langkah ini, Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu provinsi yang konsisten dalam mendorong inovasi pendidikan, khususnya dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. [ina.wwn]

Berita Terkait :  Siswa PAUD Sidoarjo Ingin Merasakan Nikmatnya MBG

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!