Kakanwil Kemanag Jatim: Cintailah Pekerjaan di Balik Jabatan

Drs. Syamsul Bahri, M. Pdi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur saat memberikan pengarahan ASN Kemenag Tuban di Pendopo Krido Manunggal. [Khoirul Huda]

Tuban, Bhirawa
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Drs. Syamsul Bahri, M. Pdi meminta, agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak mencintai jabatan yang melekat, tapi mencintai pekerjaan di balik jabatan tersebut, sehingga, ASN bekerja bukan karena jabatan, tetapi kerja karena tanggung jawab.
“Dengan begitu, ketika nanti kita ditanya oleh Allah, kita bisa menjawab untuk apa jabatan yang kita peroleh di dunia,” kata Syamsul saat memberikan sambutan pada acara Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tuban di Pendopo Krido Manunggal Tuban (18/05).
Sebagai ASN, masih kata Syamsul Bahri, diperlukan juga sikap integritas dan loyalitas . Apapun jabatannya, jika dikerjakan dengan penuh dengan tanggungjawab, maka akan terasa ringan dan ikhlas. Selain itu sikap selanjutnya yang harus dimiliki yakni inovatif. Pegawai ASN harus memiliki inovasi.  “Hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Harus ada perubahan, jangan hanya begitu-begitu saja,” sambung Syamsul.
Sikap lain yang juga harus dimilik ASN Kemenag adalah tanggungjawab. Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh ASN kemenag harus akuntabel. Artinya dapat dipertanggungjawabkan kepada atasan dan lain sebagainya. “Di sini kita bertanggung jawab terhadap sesama manusia, namun di akhirat nanti kita akan bertanggung jawab di hadapan Tuhan,” terang Syamsul.
Ditempat yang sama, Bupati Tuban H. Fathul Huda yang juga seorang kiai ini menyampikan kalau seorang pemimpin idealnya tidak hanya punya kharisma, namun juga wibawa. Dengan begitu, seorang pemimpin untuk menjadi pelayan masyrakat akan lebih ikhlas dalam mengemban amanah.
“Normatif ini ada dua, bisa mujahadah, dan juga bisa dengan riyadah. Artinya apa? Artinya kita merevolusi mental kita, bagaimana agar energi-energi yang maha besar, energi lemah lembut bisa masuk ke dalam diri kita,” terang Bupati Alumni Ponpes Tambak Beras Jombang ini.
Selain itu, Huda juga berpesan agar pemimpin juga memiliki sifat inovatif. Dengan sifat yang inovatif dari pemimpin, maka segelintir permasalahan termasuk krisis keimanan yang ada di tengah-tengah masyarakat bisa diantisispasi dengan terobosan-terobosan dari pemimpin.
“Kita sering mendengar, jika ulamanya baik, maka umaroknya juga baik. Dan di sini yang saya lihat ulama yang merangkap umaro, ya ASN yang ada di kemenag,” pungkas Bupati Huda. [hud]

Tags: