Pemkab Bondowoso Tingkatkan Kompetensi Ketenagakerjaan

Pemprop Teks Foto sosialisasi pelatihan berbasis kompetensi di Meeting Room Hotel Ijen View. (samsul Tahar/Bhirawa)

(Gandeng Pemprov Jatim)
Bondowoso, Bhirawa
Dalam rangka mengatasi permasalahan tenaga kerja khususnya untruk meningkatkan kompetensi, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggandenjg Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan menggelar program pelatihan berbasis kompetensi dengan kegiatan ini diharapkan masalah ketenagakerjaan di kota tape ini bisa dipecahkan.
Sebegaimana diketahui masalah ketenagakerjaan di Indonesia, berkaitan dengan sempitnya peluang kerja, rendahnya mutu tenaga kerja, tingginya angka pengangguran, rendahnya gaji dan upah, dan jaminan sosial yang kecil bahkan nyaris tidak ada.
Peningkatan kompetensi maupun kewirausahaan yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kerja Jember, juga menjadi sarana bagi Pemkab Bondowoso untuk membekali, meningkatkan, dan mengembangkan kemampuan dan produktivitas tenaga kerja.
“Melalui pelatihan kerja berbasis kompetensi ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja luar negeri,” kata Purno Winardi Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Bondowoso, saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan sosialisasi pelatihan berbasis kompetensi di Meeting Room Hotel Ijen View kemarin.
Purno Winardi berkeinginan agar Bondowoso menjadi prioritas bagi UPT Pelatihan kerja Jember untuk memberikan pelatihan berbasis kompetensi kepada semua masyarakat. “Saya berharap dengan 14 paket dan 2 paket pelatihan yang sudah ada dari APBD dan APBN, ditambah lagi dari Pemerintah Provinsi, Insya Allah permasalahan tenaga kerja di Bondowoso bisa teratasi,” imbuhnya usai memberikan sambutan.
Tidak hanya berhenti di pelatihan saja, Purno menegaskan jika saat ini pihaknya menunjuk satu pendamping di masing-masing kecamatan untuk mengawal dan mengevaluasi tenaga kerja pasca mengikuti pelatihan berbasis kompetensi. “Jadi, kami bisa memantau, tenaga kerja di Bondowoso sudah bekerja atau belum. Dan jangan sampai pelatihan ini nantinya sia-sia,” tukasnya.
Saat ini, Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja juga memperluas pemerataan lapangan kerja dengan mengoptimalkan informasi pemberitahuan lowongan kerja kepada para pencari kerja melalui pasar kerja. “Dengan cara ini diharapkan pencari kerja mudah mendapatkan informasi lowongan pekerjaan,” pungkasnya. [har]

Tags: