Pemkab Bojonegoro Segera Tambah Dua Palang Pintu

Kepala Dishub Bojonegoro, Iskandar

Bojonegoro,Bhirawa.
Upaya mengurangi kecelakaan diperlintasan kereta api. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, akan menambah dua palang pintu di perlintasan rel kereta api (KA) di wilayah Balen dan Kapas, dengan alokasi anggaran dari APBD Perubahan 2017.
“ Pemkab akan menambah dua palang pintu di perlintasan rel KA,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Iskandar, kemarin (17/5).
Rencana pembangunan itu menindaklanjuti hasil pertemuan dengan PT. KAI Daop 8 yang juga akan menambah 8 titik palang perlintasan di wilayah Bojonegoro.
Iskandar mengatakan, pengerjaan pembangunan dua palang pintu akan segera direalisasi untuk meningkatkan keselamatan dan mengurangi kecelakaan di jalur perlintasan.
”Sebelumnya sudah ada tujuh palang pintu lainnya dibangun di wilayah timur dan sekarang tambah dua lagi,” jelas Iskandar.
Sesuai ketentuan, katanya, pembangunan palang pintu rel yang diizinkan oleh PT KAI, yaitu keberadaan palang pintu setiap delapan kilometer.
“Karena panjang wilayah rel KA di Bojonegoro sekitar 72 kilometer, maka jumlah 19 paling pintu tersebut sudah mencukupi, apalagi Kementerian Perhubungan juga membantu membangun dua palang pintu,” ujarnya.
Namun, di sepanjang jalur rel KA di daerah tersebut masih ada 64 titik perlintasan KA, yang dimanfaatkan masyarakat untuk menyeberang, meskipun tidak dilengkapi pengaman atau penjaga.
Oleh karena itu, menurut dia, perlintasan KA yang dimanfaatkan masyarakat tersebut tetap akan ditutup. Hanya saja, penutupan 64 titik perlintasan tersebut masih menunggu pembangunan jalan penghubung yang lokasinya di wilayah selatan rel KA
Tapi, lanjut dia, sekarang baru ada enam palang pintu milik PT KAI dan tujuh palang pintu yang dibangun pemkab.
“Di tujuh lokasi palang pintu yang dibangun pemkab itu, untuk honor petugas jaga ditanggung pemkab. Besarnya honor petugas jaga Rp1 juta per bulan,” jelas dia.
Ia menambahkan pemkab menempatkan petugas jaga di tujuh palang pintu, sebagai usaha mencegah terjadinya kecelakaan antara KA dengan kendaraan umum.
“ Kalau palang pintu dijaga warga masyarakat, maka kalau terjadi sesuatu tidak ada yang harus bertanggung jawab,” ujarnya. [bas]

Tags: