PLN – Polinema Kembali Teken MoU

Direktur Utama Polinema Dr Ir Tundung Subali Patma, MT melakukan penandatanganan MoU dengan General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, Dwi Kusnanto.

Kota Malang, Bhirawa
Kerja sama strategis kembali dijalin oleh Politeknik Negeri Malang (Polinema) bersama PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur. Jalinan kerjasama di tandatangani oleh Direktur Polinema Dr. Ir. Tudung Subali Patma,  dan General Manager PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Dwi Kunanto, hari Kamis (20/4) kemarin, di Gedung Pertamina Kampus Polinema Malang.
General Manager PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, Dwi Kusnanto, usai melakukan penandatanganan MoU dan kuliah tamu kepada mahasiswa, mengutarakan, jika jalinan kerjasama ini dirajut bertujuan meningkatkan kualitas taraf pendidikan bagi lulusan Polinema yang lebih berkompeten, dibidang kelistrikan.
Dwi Kusnanto, lebih jauh menyampaikan, tahun 2017  ini, ada empat kelas kerjasama yang dibuka bersama Polinema. Terdiri atas dua kelas mesin dan dua kelas listrik. Diharapkan alumninya memiliki kemampuan lebih dan siap untuk direkrut menjadi karyawan PLN.
“Kerjasama yang kami dengan Polinema sebenarnya  sudah berjalan cukup lama, dan terus mengalami peningkatan, kami berharap  jalinan kerjasama ini akan menguntungkan bagi kedua belah pihak,”katanya.
Pada kerjasama itu, kata dia, kurikulum akan dibuat sesuai dengan kebijakan dari masing-masing perguruan tinggi. Namun sebagai user, maka PT PLN juga akan melakukan kolaborasi dengan setiap kampus yang diajak untuk bekerjasama.
Tak hanya itu, ia juga mengajak agar calon mahasiswa jurusan kelistrikan maupun calon pegawai PT PLN untuk lebih berperilaku sehat. Sebab dalam berbagai kasus seleksi penerimaan mahasiswa baru ataupun rekrutmen pegawai PLN, ada kendala kesehatan yang membuat mereka tidak bisa bekerja di PLN.
“Persyaratan yang lain terpenuhi, tetapi persyaratan kesehatan tidak terpenuhi, terpaksa tidak bisa diterima menjai tenaga kerja PLN. Makanya  kegagalan calon tenaga kerja PLN kebanyakan dikarenakan terbentur masalah kesehatan,”imbuh dia.
Disampaikan dia, selama ini rata-rata mahasiswa atau alumni perguruan tinggi memiliki kemampuan yang cukup, secara akademik nilainya sangat tinggi, termasuk kemampuan dalam berbahasa Ingris. Tetapi ada faktor yang membuat mereka gagal menjadi tanaga PLN lantaran tidak memiliki kesehatan yang bagus.
Ia menyebut 60 sampai 70 persen calon pegawai PLN itu  gagal  tes kesehatan. Ini sambung dia harus menjadi perhatian para mahasiswa. Mulai sekarang mereka harus menjaga pola makan  agar memiliki kesehatan yang ideal.
“Kalau sekarang yang dimakan makanan cepat saji, tidak memperhatikan gizi yang seimbang, pasti akan ada penumpukan penyakit, bisa koletrol asam urat  bahkan gula darah. Kalau yang seperti ini perusahaan tidak mungkin mau menerima,” tukasnya. [mut]

Rate this article!
Tags: