Perkuat Fungsi IAI-KAPd Lewat Riset dan Publikasi Ilmiah

Ketua IAI Jatim Prof Tjipto Hadi menandatangi susunan pengurus IAI-KAPd Jatim yang diketuai Prof Dian Agustia. [adit hananta utama/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) tidak saja menjadi wadah bagi kalangan profesional dalam hal pelaporan keuangan. Lebih dari itu, IAI melalui Kompartemen Akuntan Pendidik (KAPd) mulai gencar menelorkan karya-karya ilmiah sebagai hasil riset pengembangan ilmu pengetahuan.
Hal itu ditunjukkan melalui Konfrensi Regional Akuntan  (KRA) IV Jatim yang dibuka sejak kemarin, Kamis (20/4) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Ketua IAI-KAPd Jatim Prof DR Dian Agustia menerangkan, melalui konfrensi tersebut berhasil dikumpulkan 260 paper yang kemudian diseleksi lagi menjadi 130 paper.
“Melalui KRA ini kami ingin mengembalikan lagi budaya penelitian dosen di perguruan tinggi. Usaha itu pun ditangkap baik oleh perguruan tinggi terlihat dari animonya yang semakin tinggi setiap tahun,” tutur Dian. Tahun lalu, KRA hanya mendapat dukungan dari sekitar 15 perguruan tinggi, dan sekarang berkembang menjadi 35 perguruan tinggi se Jatim.
Perempuan yang juga Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga (Unair) itu mengungkapkan, seleksi paper dilakukan untuk melihat kualitas dari hasil penelitian. Karena selanjutnya, sepuluh paper terbaik akan diusulkan masuk dalam publikasi aliansi jurnal terakreditasi nasional.
Penelitian, ungkap Dian, hanya satu dari beragan upaya pengabdian KAPd untuk ilmu pengetahuan. Karena selain itu, KAPd juga diakuinya terlibat aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan di jenjang pendidikan menengah. “Kita damping guru-guru SMA/SMK untuk mengupdate wawasannya tentang akuntansi. Termasuk para siswa yang kita berikan uji kompetensi sebagai bekal mereka mencari pekerjaan,” papar dia.
Ketua IAI Jatim Prof Tjipto Hadi menambahkan, budaya akademis semula tidak dikenal. Hingga akhirnya muncul simposium nasional maupun konfrensi regional ini yang akhirnya dapat melahirkan penelitian ilmiah. “Budaya akademis yang dibangun KPAd sudah cukup aktif saat ini. Setiap tahun, dua forum akademis terselenggara dengan kerjasama berbagai perguruan tinggi,” terang Prof Tjipto.
Sebagai tuan rumah, Rektor Unesa Prof Warsono mengungkapkan rasa trimakasihnya kepada IAI-KPAd. Pihaknya berharap, forum tersebut akan berdampak positif terhadap perkembangan prodi akuntansi di kampus yang dia pimpin.
“Saat ini kita sudah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Seorang akuntan yang profesional akan selalu membutuhkan sertifikasi yang diakui,” tutur dia.
Lebih lanjut Warsono menjelaskan, dalam tradisi akademik, paper akan menjadi dokumen riset yang mengungkapkan kebenaran dari berbagai sudut pandang berbeda. Perbedaan sudut pandang itu, akan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan. “Forum ini akan sekaligus mengukur sejauh mana prodi akuntansi Unesa bersanding dengan perguruan tinggi lain dalam hal riset,” pungkas dia. [tam]

Tags: