Kepala Bakorwil Madiun Buka Rakor Rastra – BPNT

Kepala Bakorwil Madiun I di Madiun Dr. Suprianto, SH. M.Hum. [sudarno/bhirawa]

Madiun, Bhirawa.
Sesuai arahan Presiden RI, bantuan pangan subsidi Rastra akan ditransformasikan menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk meningkatka efektifitas dan ketepatan
sasaran program serta mendorong inklusi keuangan. Dengan program baru ini diharapkan penerima manfaat tidak hanya bisa memperoleh bahan pokok beras (sebagai sumber karbohidrat) akan tetapi juga bisa mendaptkan bahan pangan lainnya sesuai kebutuhannya (gula, telur atau lainnya dan saat ini masih sebatas gula).
Pelaksanaan program Rastra dan BPNT bisa berjalan dengan lancar, maka harus mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari Pemda baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota antara lain dengan mengalokasikan dana sharing melalui APBD nya berupa Raskinda, untuk biaya operasional penyalurann Rastra dan BPNT, bantuan distribusi, biaya koordinasi, monitoring dan evaluasi.
“Hal ini dimaksudkan sebagai upaya dan wujud kepedulian Pemda untuk mendukung dan mendorong atas keberhasilan program dalam penanggulangan kemiskinan,”kata Kepala Bakorwil I di Madiun, Dr. Suprianto, SH. M.Hum saat membuka Rapat Koordinasi dan Sosialisasi pelaksanaan program Rastra dan BPNT 2017 se Wilayah Bakorwil I di Madiun, Selasa (18/4).
Dikatakannya, di tingkat Nasional, program Rastra dan BPNT ini diuji cobakan di 44 Kota dan Jawa Timur dilaksanakan di 9 kota. Sedang di wilayah Bakorwil I di Madiun dilaksanakan di 2 kota yaitu Kota Madiun dan Kota Kediri. Pprogram Rastra dan BPNT di Jawa Timur 2017 telah di launching pada 4 April 2017 lalu.
Sedang pelaksanaan Rastra dan BPNT 2017 berdasarkan terbitnya pagu pedoman umum (pedum) dan petunjuk pelaksanaan (juklak), maka pemerintak Kab/Kota untuk segera menindaklanjuti dengan membuat petunjuk teknis agar bantuan subsidi Rastra dan BPNT dapat segera diberikan kepada keluarga penerima manfaat yang terdata by name dan bhy addresnya dan juga tetap mengalokasikan dana untuk program pendampingan atau Rastrada untuk menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan. Namun belum tercoper oleh bantuan subsidi Rastra dan BPNT.
Dalam hal ini, diharapkan untuk teknis pembagiannya, banyuan tersebut pada bulan April ini diberikan per dua bulan yaitu bulan Januari dan Februari. Sedangkan untuk bulan Maret dan April diberikan pada bulan Mei. Kemudian bulan selanjutnya dapat diberikan setiap bulan seperti biasanya dengan maksud tidak memberatkan keluarga penerima manfaat (KPM) untuk menebusnya dan tidak sampai terjadi tunggakan seperti di masa yang lalu.
Terkait masalah terurai diatas, diharapkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yakni, Tingkatkan koordinasi, komunikasi dan kerja sama dengan pihak terkait sampai tingkat desa. Sehingga dalam pelaksanaan program subsidi Rastra dan BPNT 2017 ini dapat berjalan sesuai harapan yaitu, tepat sasaran, tepat harga, tepat jumlah, tepat waktu dan kualitas serta tepat administrasi.
Juga kepada pemerintah Kab/Kota agar menunjang pprogram ini, dengan mengalokasikan anggaran melalui APBD Kab/Kota untuk mendukung program subsidi Rastra dan BPNT. Jika ada kendala dan hambatan dalam pelaksanaan pprogram ini, agar segera melaporkan kepada pihat terkait untuk pemecahan dan penyelesaiannya dengan mengedepankan musyawarah untuk mufakat. Serta optimalisasi peran tenaga kerja sosial kecamatan (TKSK) untuk membantu tim koordinasi Rastra BPNT dalam memperlancar pelaksanaan program ini termasuk pendataan validasi dan verifikasi keluarga penerima manfaat (KPM). [dar]

Tags: