Dewan Minta LP2B Validasi Serius Lahan Produktif

Sidak Komisi III DPRD Kab Gresik untuk uji petik terhadap lahan pertanian yang diduga menyusut.

Gresik, Bhirawa
Komisi III DPRD Kab Gresik melakukan Sidak untuk uji petik terhadap lahan pertanian diduga kini telah menyusut, sebab kini banyak lahan digunakan untuk gudang, pabrik, perumahan dan lainya. Benar telah beralih fungsi yang berakibat pada kebutuhan pangan berkurang.
Dalam Sidak  pemantauan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dilakukan komisi pada Kec Benjeng serta Kec Balongpanggang. Juga langsung mendatanggi beberapa tempat bangunan pergudangan dan pabrik yang ada di Jl Jogodalu, Kec Benjeng dan Desa Ngasin, Kec Balongpanggang.
Akhirnya komisi menemukan perbedaan data antara milik kecamatan dan dan data LP2B. Kondisi ini, membuat anggota dewan timbul tanya tanya. Apa kerja dari LP2B selama ini, apakah data hanya di ambil dari data satelit atau hanya perkiraan tidak turun sendiri di lapangan. ”Kami berharap data LP2B, segera ada perubahan dan perbaikan supaya jelas tidak tumpang tindih,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Markasim Halim Widiyanto.
Selain itu, LP2B secara detail harus mengetahui jenis lahan. Supaya tidak merugikan masyarakat pemilik lahan, karena status lahan sehingga mereka jadi tambah rugi. Seperti lahan tandus kemudian di tetapkan lahan subur, ini tidak masuk akal.
Senada juga dikatakan Ketua Komisi III DPRD Kab Gresik, Moh Syafi’ AM, Bappeda dan Dinas Pertanian untuk terus melakukan validasi data LP2B. Jangan sampai lahan yang akan dijadikan LP2B bisa mengalami alih fungsi karena investasi.
”Kami minta mereka terus melakukan pengawasan dan selisih lahan dua hektar perlu ditelusuri alih fungsi lahan. Seperti di Desa Bulurejo, Kec Benjeng jumlah lahan LP2B-nya mencapai 80 hektar. Namun, dari data yang dimiliki desa ternyata hanya 78 hektar,” Pungkasnya.
Terpisah Kepala Dinas Pertanian Kab Gresik, Agus Joko Waluyo mengatakan, validasi memang belum selesai dilakukan secara keseluruhan. Ditahun ini, baru dilakukan pada enam desa saja karena terbatasnya angaran APBD. [kim.adv].

Tags: