Penderita HIV/AIDS Pasuruan No 3 Tingkat Jatim

Robot AIDS Terjun ke Lokalisasi Karanganyar Pasuruan untuk Sosialiasi Virus Mematikan HIV/AIDS.  [Hilmi Husain/bhirawa]

Robot AIDS Terjun ke Lokalisasi Karanganyar Pasuruan untuk Sosialiasi Virus Mematikan HIV/AIDS.  [Hilmi Husain/bhirawa]

Pasuruan, Bhirawa
Fakta tingginya angka penderita HIV/AIDS di Pasuruan direspon langsung masyarakat wilayah tersebut. Berbagai cara yang dilakukan petugas maupun relawan peduli HIV/AIDS dalam pencegahan terhadap penyebaran virus yang mematikan tersebut di Hari AIDS se-dunia. Di Kabupaten Pasuruan caranya adalah membuat robot di Hari AIDS.
Tentusaja, robot AIDS menghebohkan warga yang ada di Dusun Karanganyar, Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kamis (1/12). Pasalnya, robot AIDS berkampanye di jalan-jalan pedesaan serta membagikan selebaran pencegahan HIV / AIDS. Bahkan robot juga door to door dalam mengkampanyekan virus yang mematikan tersebut .
“Kami sengaja memilih lokasi Karanganyar sebagai tempat sosialisasi dan kampanye pencegahan penularan HIV/AIDS serta menjaga kelangsungan hidup ODHA. Sebab ditempat ini, beresiko tinggi terkena HIV/AIDS. Wilayah ini juga merupakan wilayah lokalisasi meskipun jumlahnya sedikit,” ujar Ratna Indah Kurniawati, pengelola program HIV/AIDS Puskesmas Grati disela-sela kegiatannya.
Berdasarkan data yang dihimpun Puskesmas Grati, penyebaran HIV/AIDS di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan dinilai cukup tinggi, lebih lagi di wilayah Dusun Karanganyar ini. Data terakhir, ada 20 ODHA yang baru terdeteksi. Sebelumnya, sudah merawat sebanyak 40 ODHA.
“Di Dusun Karanganyar beresiko sangat tinggi, bahkan sangatlah rawan. Karena itu kami sangat intens untuk melakukan sebuah sosialisasi seperti ini,” tegas Ratna Indah Kurniawati.
Penyebab HIV/AIDS adalah akibat akibat seks bebas. Suami mendapatkan virus itu karena sering berganti-ganti pasangan, selanjutnya menularkan ke istrinya. Begitujuga istri menularkan ke anaknya. Dari jumlah itu, angka hidup hanya 40 persen, karena sisanya meninggal dunia. Karena itu, pihaknya berusaha kampanye dan memberikan kekuatan bagi ODHA untuk tetap bisa bertahan hidup.
“Hingga saat ini obat dari penyakit HIV/AIDS belum ditemukan. Sebisanya kami hanya mengurangi angka kematian karena virus yang mematikan ini. Setidaknya penderitanya bisa tetap bertahan. Siklus usia penderitanya sekitar usia sekitar 3-50 tahun,” imbuhnya.
Diakuinya, angka penderita HIV/AIDS di Pasuruan terbilang tinggi. Bahkan, Pasuruan berada di urutan ketiga di Jawa Timur dengan jumlah penderita HIV/AIDS cukup tinggi.
Agar virus HIV/AIDS tidak menyebar begitu luas, pihaknya selalu rutin memeriksa kondisi para PSK di lokalisasi Karanganyar tersebut. Selain pemeriksaan rutin setiap bulan, juga ada pemeriksaan secara fisik atau non fisik. Termasuk membuka pelayanan untuk konsultasi HIV/AIDS.
“Penderita HIV/AIDS di Pasuruan diurutan 3 tingkat Jawa Timur. Jumlahnya kami tak tahu, tapi, kalau di Grati, Pasuruan sudah ada 60 ODHA yang tercatat. Makanya, kegiatan sosialisasi ke masyarakat terus kami lakukan. Tujuannya untuk memberi arahan dalam hal mengurangi kegiatan yang bisa menyebabkan terjangkitnya HIV/AIDS,” kata Ratna Indah Kurniawati. [hil]

Tags: