Badan Jalan Ambrol Diterjang Hujan

Alat berat milik Dinas Bina Marga Kab Malang saat melakukan perbaikan akses jalan yang menghubungkan Desa Pagak dan Desa Sumbermanjing Kulon

Alat berat milik Dinas Bina Marga Kab Malang saat melakukan perbaikan akses jalan yang menghubungkan Desa Pagak dan Desa Sumbermanjing Kulon

Kab Malang, Bhirawa
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang dalam sebulan terakhir ini, membuat sebagian rumah warga rusak akibat diterjang banjir. Hujan itu juga merusakkan infrastruktur jalan yang menghubungkan antar desa maupun antar wilayah kecamatan.
Seperti misalnya, di jalan raya kabupaten yang menghubungkan Desa Pagak, Kecamatan Pagak dengan Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, longsor separuh badan jalan akibat tergerus air hujan. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak bisa melintas, yang bisa melintas hanya roda dua.
“Jika ada warga yang akan menuju ke dua desa tersebut menggunakan kendaraan roda empat, maka harus memutar melalui Desa Sumberkerto, Kecamatan Donomulyo, yang jaraknya lebih kurang 7 kilometer (km),” papar salah satu warga Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang Deddy, Kamis (1/12), kepada wartawan.
Menurut dia, longsornya jalan kabupaten itu, karena wilayah Pagak beberapa Minggu ini diguyur hujan lebat, hal itu telah merusakkan infratruktur jalan. Dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang segera memperbaikinya kembali. Sebab, perbaikan pertama sudah dilakukan oleh dinas terkait. Namun setelah empat hari dipasang pondasi, bangunan itu ambrol akibat terus menerus diguyur hujan.
“Kami sangat menyayangkan Pemkab Malang terkait dengan kualitas bangunan pada akses jalan raya di wilayah Desa Pagak. Karena hanya empat hari dibangun pondasi, tapi bangunan itu tidak kuat menahan guyuran hujan,” tuturnya.
Secara terpisah Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Malang HM Anwar mengatakan, ambrolnya sebagian badan akses jalan di wilayah Desa Pagak tersebut, sudah diperbaiki, pada 24 November 2016. Namun, hujan deras di wilayah Malang Selatan yang terus menerus berakibat pondasi yang ada sebagian ambrol. Hal itu karena tidak kuat menahan guyuran hujan.
“Kini kami kembali membangun akses jalan tersebut, sehingga dalam beberapa hari ini selesai. Bangunan pondasi itu, juga kita perkuat dengan kawat bronjong,” paparnya. [cyn]

Rate this article!
Tags: