Uber Ajak Pelanggan Partisipasi Atasi Polusi dan Kemacetan

Lahan parkir di Coffee Toffee Grahadi diubah jadi taman pop up dengan sejumlah permainan untuk mengurangi kemacetan dan polusi, Rabu (30/11). [titis]

Lahan parkir di Coffee Toffee Grahadi diubah jadi taman pop up dengan sejumlah permainan untuk mengurangi kemacetan dan polusi, Rabu (30/11). [titis]

Surabaya, Bhirawa
Menyambut Bulan Pohon Nasional, Uber mengajak masyarakat di empat kota yakni Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali untuk mengurangi ketergantungan mereka menggunakan kendaraan pribadi.
Pemimpin Uber Surabaya and Bali Weylen Yanaprasetya menjelaskan banyaknya jumlah kendaraan saat ini membuat kebutuhan lahan parkir cukup tinggi. Di banyak kota di seluruh dunia 1/3 lahan yang ada habis digunakan untuk lahan parkir.  “Survei baru yang dilakukan sebuah lembaga independen menyebutkan di Jabodetabek sebanyak 74,4% dari 25,7 juta perjalanan yang terjadi setiap harinya dilakukan dengan kendaraan pribadi. Hampir 20% dari emisi karbon yang merusak lingkungan berasal dari kendaraan yang dikemudikan. Kemacetan yang ditimbulkan ini menyebabkan kerugian produktivitas sebesar Rp 65 triliun setiap tahunnya,” katanya kepada wartawan, Rabu (30/11).
Melihat kondisi ini, pihaknya mengajak para pelanggan untuk bersama-sama mengurangi polusi dan kemacetan melalui program UberKEBUN. “Sebagai puncak dari kampanye ini, hari ini (Rabu kemarin) kami mengubah 14 lokasi parkir di empat kota menjadi taman pop up dengan beragam aktivitas,” katanya.
Di Surabaya, tiga lahan parkir yang diubah itu berada di Coffee Toffee Grahadi, Aloha Eatery dan Jalan Gubeng. Masyarakat dapat mengunjungi taman tersebut dan melakukan berbagai aktivitas dan permainan yang ada.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa teknologi baru dengan aplikasi ridesharing seperti Uber memberikan kita kesempatan untuk menciptakan mobilitas urban yang sesuai untuk generasi mendatang,” katanya.
Ditambahkan Head Communication Uber Indonesia Dian Safitri melalui program UberKEBUN, setiap perjalanan yang dilakukan, perusahaan akan menyumbangkan donasi Rp 5 ribu untuk program My Baby Tree dari WWF Indonesia. Donasi tersebut akan digunakan untuk menanam pohon di wilayah-wilayah yang membutuhkan di Indonesia. “Tidak ada tambahan tarif bagi pelanggan, karena perusahaan yang mendonasikan ke WWF,” katanya.
Selain UberKEBUN, kata Dian, pihaknya juga telah mewujudkan terjadinya carpooling (nebeng) secara massal. Aplikasi Uber dapat secara instan mencocokkan warga yang ingin melakukan perjalanan ke tujuan yang sama dalam waktu yang bersamaan. Para penumpang dapat berbagi perjalanan dan biaya. Model ini terbukti sebagai cara yang efektif untuk mengurangi kemacetan dan polusi. “Aplikasi ini aman karena data sopir dan pelanggan terdaftar. Sistem pula yang menentukan siapa pelanggan yang turun lebih dulu,” katanya. [tis]

Tags: