Pangdam V Brawijaya : Doa Bersama Tak Perlu ke Jakarta, Bisa Dimana Saja

Pangdam-V-Brawijaya-Mayjen-TNI-I-Made-Sukadana-bersama-Kapolda-Jatim-Irjen-Pol-Anton-Setiadji-dan-Forkopimda-Jatim-dalam-Apel-Parade-Nusantara-Bersatu-Rabu-[30/11]-di-Makodam-V-Brawijaya.-[abednego/bhirawa].

Pangdam-V-Brawijaya-Mayjen-TNI-I-Made-Sukadana-bersama-Kapolda-Jatim-Irjen-Pol-Anton-Setiadji-dan-Forkopimda-Jatim-dalam-Apel-Parade-Nusantara-Bersatu-Rabu-[30/11]-di-Makodam-V-Brawijaya.-[abednego/bhirawa].

(Parade Nusantara Bersatu)
Surabaya, Bhirawa
Apel Parade Nusantara Bersatu bertema ‘IndonesiaKU, IndonesiaMU, Indonesia Kita Bersama’ digelar secara serentak di berbagai daerah. Di Surabaya, apel yang melibatkan semua komponen masyarakat ini digelar di Lapangan Makodam V Brawijaya, Rabu (30/11).
Puluhan ribu orang dari berbagai unsur seperti masyarakat, seniman, pelajar, mahasiswa, TNI dan Polri berbaur menjadi satu kesatuan yakni ‘Bhineka Tunggal Ika’. Selain melakukan doa bersama, mereka juga disuguhi beragam atraksi seperti teatrikal dan pembacaan puisi yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat.
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana mengatakan, parade Nusantara Bersatu ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Timur masih bersatu dalam Kebhinekaan. Ini merupakan gambaran kongkret bahwa masyarakat tidak ingin negara ini pecah belah, dan sebagai pembuktian bahwa masyarakat Indonesia masih utuh.
Menyoal tentang aksi 2 Desember atau lebih dikenal 212 ini, Made mendukung acara doa bersama yang ditujukan untuk keamanan dan kesejaterahan bangsa Indonesia. Pihaknya pun meminta masyarakat Jatim untuk tetap tenang dan tidak perlu risau. Alangkah baiknya masyarakat Jatim juga ikut berdoa sama-sama.
“Kalau doa bersama kan tidak perlu berangkat ke Jakarta. Kita bisa berdoa dimana saja, dan semua agama berdoa bersama-sama untuk keamanan dan kesejaterahan bangsa Indonesia,” kata Mayjen TNI I Made Sukadana, Rabu (30/11).
Ditanya perihal langkah yang dilakukan untuk masyarakat Jatim yang hendak ke Jakarta, Made mengaku tidak ada langkah khusus untuk itu. Namun, pihaknya menghimbau masyarakat untuk ikut dalam doa bersama demi Indonesia. Jika nantinya tetap ada aksi unjuk rasa (unras), Made tidak bisa melarang hal itu, dengan alasan mengemukakan pendapat di tempat umum mendapat jaminan Undang-undang.
“Memang sangat riskan kalau sampai ada unras. Tapi bagaimana lagi, hal tersebut dijamin Undang-undang. Kami sebagai aparat penegak hukum menjamin masyarakat jangan sampai ada masalah, terutama masalah keamanan. Hak aparat penegak hukum yakni menghimbau agar tidak terjadi apa-apa,” tegasnya.
Senada dengan Pangdam, Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji berupaya untuk menghimbau masyarakat untuk tetap kondusif jelang aksi 2 Desember nanti. Bahkan himbauan itu dilakukan pada saat acara ‘Doa Bersama Lintas Agama’ yang dilakukan di Tugu Pahlawan, Selasa (29/11) malam.
“Himbauan sudah kami lakukan saat doa bersama lintas agama di Tugu Pahlawan Selasa malam kemarin. Tanggal 1 besok, di Jatim ada kegiatan istighosah yang dilakukan di Bangkalan, Mojokerto, Malang, dan Ponorogo. Mari kita berdoa untuk Indonesia, terutama untuk kondusifitas di Jatim,” ungkapnya.
Lanjut Anton, pihaknya juga menghimbau masyarakat Jatim untuk tidak berangkat ke Jakarta. Sebab, kalau sudah berkumpul menjadi satu dan terjadi kerumunan banyak, otomatis psikologis massa yang akan bertindak. “Kami mengharapkan masyarakat Jatim tidak usah berangkat ke Jakarta. Kalaupun berangkat kesana, tolong antisipasi diri sendiri. Karena kita tidak bisa mengamankan disana. Kalau di Jakarta, yang jaga ya Polisi dan TNI Jakarta, bukan Jatim,” ucapnya. [bed]

Tags: