Ormas Tak Pancasila Harus Keluar dari NKRI

5-foto-hl-2-apel-nusantara-bersatu-karKota Mojokerto, Bhirawa
Setiap Organisasi Masyarakat (Ormas) yang dibangun tanpa menjadikan Pancasila sebagai dasar organisasi harus keluar dari NKRI. Aturan itu juga berlaku juga di wilayah Kota Mojokerto. Setiap Ormas yang didaftarkan di Bakesbangpol harus menjadikan Pancasila sebagai dasar organisasi.
”Kalau tidak mau mengakui Pacasila ya silahkan out dari NKRI. Demikian juga jika terjadi di Kota Mojokerto,” kata Wali Kota Mojokerto, Mas’ud Yunus, usai apel Nusantara Bersatu di Lapangan R Wijaya, Kel Surodinawan, Kec Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Rabu (30/1) kemarin.
Menurut Wali Kota Mas’ud Yunus, Apel Nusantara Bersatu digelar untuk mempertahankan NKRI, menumbuhkan dan menghormati Bhinneka Tunggal Ika. Jika tidak mau Pancasila jangan di Indonesia. Itu saja. Saya ingin memberikan pernyataan yang tegas bahwa semua Ormas harus mempunyai wawasan Pancasila sebagai dasar organisasinya.
Kegiatan kemarin digelar bukan semata mata sebagai langkah antisipasi aksi 2 Desember di Monas, Jakarta. Menurutnya, kegiatan itu untuk menegakkan persatuan dan kesatuan bangsa. Wali kota tak melarang, tapi menghimbau tidak berangkat ke Jakarta. Menurutnya, lebih baik berdoa di daerah masing-masing.
Sementara itu, Danrem 082 Citra Panca Yudha Jaya/CPYJ, Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo mengatakan, Apel Nusantara Bersatu itu merupakan bagian dari upaya anak bangsa yang ingin selalu mempersatukan perbedaan yang ada di Indonesia.
”Ini bukan menjadi ancaman karena tidak ada masalah sesungguhnya,” kata Danrem.
Namun, lanjut Danren, hanya sebagai upaya agar semua komponen bangsa bersatu dan bersama menuju Indonesia yang sejahterah, adil dan makmur. Danrem mengingatkan, agar semua elemen bangsa agar tetap bersatu dan terkait aksi 2 Desember agar menjadi introspeksi semua pihaknya.
”Ini merupakan bagian dari keprihatinan bangsa agar kita tetap bersatu. 2 Desember bukan hal yang perlu ditakutkan, tapi bagian anak bangsa yang ingin menunjukan eksistensi dirinya, inilah Indonesia, inilah keberagaman, inilah kebhinekaan yang harus terus kita diikat agar tidak terpecah belah oleh kepentingan apapun juga,” urainya.
Menurutnya, hingga kini belum ada Ormas di wilayahnya yang berangkat ke Jakarta. Namun pihaknya menghimbau Kapolres dan Dandim di enam kabupaten/kota wilayahnya, agar warga yang berkeinginan mengurunkan karena akan mengganggu ketertiban dan berdoa di daerah masing-masing.
”Kegiatan seperti, bisa dilihat anak muda khususnya, setia dan cinta terhadap NKRI. Jika kegiatan semacam ini sering dilakukan maka akan menumbuhkan kecintaan terhadap NKRI. Saya rasa masyarakat Mojokerto sudah cerdas dan bisa membedakan sehingga tidak perlu ada kekhawatiran,” tegasnya.
Dalam Apel Nusantara Bersatu itu pada ratusan peserta itu dari berbagai elemen baik di Kabupaten maupun Kota Mojokerto. Turut hadir, Walikota dan Bupati Mojokerto beserta Kepala SKPD terkait, Danrem 082 CPYJ dan jajaran, Kapolres dan Kapolres Mojokerto Kota beserta jajaran. [kar]

Tags: