Kabupaten Sidoarjo Raih ”Natamukti Pranata”

Wakil Bupati Sidoarjo dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan menunjukkan penghargaan yang diterimanya. [achmad suprayogi/bhirawa]

Wakil Bupati Sidoarjo dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan menunjukkan penghargaan yang diterimanya. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Prestasi membanggakan kembali berhasil diraih Kab Sidoarjo. Kali ini, International Council for Small Bussines (ICSB), organisasi nirlaba internasional yang bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), memberikan penghargaan Natamukti Pranata kepada Kab Sidoarjo.
Penghargaan itu diberikan lantaran Kab Sidoarjo dianggap telah berhasil mendorong keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan menciptakan ekosistemnya dengan sangat baik.
Penghargaan Natamukti Pranata diterima langsung Wakil Bupati Sidoarjo, H Nur Ahmad Syaifuddin SH, dalam acara Indonesia City Award 2016 yang berlangsung di Harris Hotel, Bali, Selasa (29/11) malam dan disaksikan langsung Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Puspayoga.
Selain Sidoarjo ada beberapa kabupaten/kota lain yang juga meraih penghargaan itu. Yakni, seperti Surabaya, Malang, Jogjakarta, Bogor, dan Bojonegoro juga mendapatkan penghargaan serupa.
Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin SH mengatakan, kalau penghargaan Natamukti Pranata merupakan bukti bahwa Kab Sidoarjo terus berupaya mendorong terwujudnya roda perekonomian melalui usaha mikro, kecil, dan menengah. ”Penghargaan ini terus memicu semangat kami untuk mengembangkan UMKM,” katanya.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di Kab Sidoarjo terbilang sangat baik untuk wilayah Jatim. Apalagi Sidoarjo dikenal sebagai Kota UMKM Indonesia, penyebutan Kota Sidoarjo sebagai Kota UMKM Indonesia tidak lepas dari banyaknya UMKM yang tumbuh hingga ribuan. ”Hal ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Sidoarjo secara signifikan,” jelas Cak Nur_sapaan sehari-harinya.
Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Puspayoga dalam sambutannya menegaskan, pemerintah sangat mendukung penuh upaya pengembangan UKM. Salah satunya dengan cara menurunkan pajak usaha kecil menengah dari 1% menjadi 0,25%. ”Presiden sudah setuju ada penurunan pajak bagi UMKM, kini yang harus dilakukan adalah melakukan sosialisasi hal itu,” kata Puspayoga. [ach]

Tags: