Festival HAM dari Bojonegoro untuk Indonesia dan Dunia

Bupati Bojonegoro Suyoto saat mendampingi tamu undangan keliling stan dalam festival HAM di Bojonegoro, Rabu (30/11). [achmad basir]

Bupati Bojonegoro Suyoto saat mendampingi tamu undangan keliling stan dalam festival HAM di Bojonegoro, Rabu (30/11). [achmad basir]

Bojonegoro, Bhirawa
Festival HAM 2016 diadakan di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (30/11) di pendopo setempat. Dengan mengambil tema Merayakan Praktik Pancasila di Tingkat Lokal, acara ini merupakan yang pertama kalinya diadakan di daerah setelah dua kali diselenggarakan di Jakarta.
Sekitar 500 peserta hadir dalam kegiatan yang dibuka oleh Sidharto Danusubroto selaku Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI. Tak hanya dihadiri oleh masyarakat sipil, acara ini juga dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, akademisi, pelajar dari berbagai penjuru Indonesia.
Tak hanya itu jajaran menteri di kabinet Pemerintahan Jokowi  turut serta, antara lain Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Yasona Laoly,  Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur  serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Hadir juga beberapa tamu undangan dari luar negeri di acara ini, di antaranya Perwakilan Kota Lund Swedia dan Gwangju Metropolitan City  Korea Selatan.
Festival HAM 2016 diadakan agar menjadi tempat saling bertukar kabar tentang praktik-praktik perlindungan HAM itu dilaksanakan.
Bojonegoro merupakan contoh nyata bagaimana praktik itu dijalankan. Beberapa praktik itu di antaranya perlindungan kelompok minoritas, toleransi antar umat beragama serta transparansi pengelolaan anggaran. Hal ini bisa jadi contoh baik agar seluruh daerah di Indonesia mulai memuliakan dan melindungi HAM.
“Andai saja 10% kabupaten di Indonesia seperti Bojonegoro, Kulon Progo, Wonosobo, Lampung Timur maka kita akan melihat perubahan yang lebih baik di Indonesia ke depan.” ungkap Sidharto Danusubroto dalam pidatonya sekaligus membuka acara Festival HAM 2016.
Direktur Eksekutif International NGO Forum On Indonesian Development (INFID) Sugeng Bahagijo menyampaikan bahwa kebijakan dan praktik ramah HAM akan memberi insentif bagi semua, termasuk elit dan warga negara.
Politik yang baik akan dipilih oleh warga yang baik dan pemimpin yang baik akan dipilih warga yang baik. Karena warga Indonesia percaya kebaikan akan dibalas oleh kebaikan. Politik SARA yang sempit dan merusak akan diganti dengan politik kewarganegaraan untuk semua.
“HAM adalah alasan kami hadir dan berkolaborasi menuju kemerdekaan masyarakat Indonesia. Pancasila sendiri adalah janji memenuhi kebutuhan HAM. Kami menempuh itu dengan pendekatan dialog dengan masyarakat, tiap Jumat pagi kami adakan dialog dengan warga untuk mendengar permasalahannya serta memecahkannya,” ucap Bupati Bojonegoro Suyoto dalam sambutannya.
Sementara itu Ketua Komnas HAM Imadadun Rahmat mengatakan, bahwa dengan diterapkannya kota/ kabupaten ramah HAM maka akan mempermudah upaya perlindungan dan pemajuan HAM di Indonesia. Selain itu pemerintah daerah juga dapat menjadi mitra kerja Komnas HAM.
“Upaya pelindungan dan pemajuan HAM tersebut dapat dilakukan dengan menyusun Perda yang berperspektif HAM, pendidikan, serta pelatihan bagi aparat dan masyarakat sipil,” imbuhnya.
Festival HAM 2016 ini berlangsung mulai 30 November sampai 2 Desember 2016. acara ini diisi dengan berbagai diskusi, gelar budaya, pameran, serta field visit ke beberapa tempat di Bojonegoro. Acara  yang  berlangsung tiga hari ini bertempat di Gedung Baru Pemkab Bojonegoro. [bas]

Tags: