Tayang pada: Tue, Nov 11th, 2014

Kasus Anak Luka Bakar di Jatim Tergolong Tinggi

3-luka bakarSurabaya, Bhirawa
Kasus luka bakar  atau yang disebut combustion terus meningkat. Ironisnya, anak-anak dan remaja sering kali jadi korban kebakaran yang bisa menyebabkan meninggal dunia.
Berdasarkan data dari catatan rekam medik di  Burn Center RSUD Dr. Soetomo   pada  periode  Januari 2011 – Oktober 2014 total pasien combustion sebanyak 435 orang. Rinciannya adalah 272 pasien laki laki dan 163 pasien perempuan, sedangkan hampir 60 persen dari korban tersebut berusia dibawah 17 tahun.
Staf Bedah Plastik Staf Medik Fungsional (SMF) dr Beta Subakti mengatakan,  meningkatnya angka combustion ini cukup menakutkan di masyarakat. “Ini artinya, banyak masyarakat yang mulai lengah dengan bahan-bahan yang bisa menyebabkan luka bakar pada tubuh seseorang,” kata Beta.
Yang lebih menakutkan lagi ternyata luka bakar yang sering dialami oleh masyarakat ini sudah stadium III ke atas. Pada Luka bakar yang mengenai seluruh lapisan kulit atau derajat III, cedera meluas ke seluruh lapisan kulit.
Sedangkan luka bakar derajat IV melibatkan cedera ke jaringan yang lebih dalam, seperti otot atau tulang.Sehingga perlu perawatan intensif supaya combustion yang tidak membahayakan nyawanya.
“Jaringan kulit pada anak-anak ini masih belum begitu tebal, kalau terkena  luka bakar cepat merambat ke organ lainnya,” jelasnya.
Keparahan combustion pada masyarakat juga karena penyebabnya. Dari data yang ada. Penyebab combustion karena api mencapai 209 pasien, dilanjutkan karena air panas yang angkanya hingga 108 pasien.
Karena listrik ada 96 pasien, sebanyak 9 pasien karena air dan minyak. Terakhir ada 8 pasien yang mengalami combustion karena bahan kimia. “Anak-anak sekarang kan banyak mainan api, seperti petasan, korek,” tandasnya.
Menurut Beta, perawatan luka bakar yang diperlukan bergantung pada tingkat keparahan luka bakar. Luka bakar superfisial mungkin dapat ditangani dengan pereda nyeri sederhana, sementara luka bakar besar mungkin memerlukan pengobatan yang lebih lama di pusat perawatan luka bakar khusus.
Mendinginkan dengan air mungkin membantu meredakan nyeri dan mengurangi kerusakan akan tetapi paparan dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan suhu tubuh rendah. Luka bakar yang mengenai sebagian lapisan kulit mungkin perlu dibersihkan dengan sabun dan air, kemudian dibalut. “Untuk membersihkan combustion kita harus menggunakan anestesi (bius) kalau tidak sakit sekali,” ungkap Beta.
Luka bakar yang mengenai seluruh lapisan kulit biasanya membutuhkan pembedahan, seperti cangkok kulit. Luka bakar yang luas seringkali membutuhkan banyak cairan intravena karena respon peradangan selanjutnya akan mengakibatkan kebocoran cairan kapiler yang signifikan dan edema. “Komplikasi paling umum dari luka bakar adalah infeksi,” katanya. [dna]

Keterangan Foto : Bermain api anak berpotensi alami luka bakar.

Comments

comments

Tulis Komentar

Custom Search