Tayang pada: Mon, Jul 14th, 2014

Konflik Elite pada Pilpres Pertarungan Gestur

headline_27210313-jokowi prabowoJakarta, Bhirawa
Pakar Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin menilai konflik yang terjadi di tataran elite selama proses Pemilu Presiden 2014 adalah pertarungan persepsi dan gestur di antara kedua calon presiden yakni Prabowo Subianto dan Joko Widodo.
“Pendukung kedua calon presiden saling berusaha untuk melegitimasi masyarakat perihal keunggulan masing-masing capres,” kata Irman Putra Sidin pada diskusi “Peta Damai Pasca Pilpres” yang diselenggarakan MPR RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin.
Menurut Irman, selama proses penyelenggaraan Pemilu Presiden 2014, bangsa Indonesia telah terjebak pada perdebatan gestur calon presiden menyusul persepsi yang terus dibangun oleh tim pendukung kedua pasangan capres-cawapres.
Padahal, kata dia, Indonesia adalah seperti kapal besar yang sudah memiliki semua fasilitas dan hanya mencari nakhida untuk menjalankan kapal tersebut.
“Seharusnya perdebatan selama proses penyelenggaraan pilpres bukan pada gestur tapi pada implikasinya yakni visi dan misi capres,” katanya.
Ia menjelaskan, jika selama kampanye kedua capres menyampaikan janji-janji seperti akan memberikan anggaran Rp1 miliar per desa atau memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat tidak mampu, hal itu sesungguhnya sudah ada dalam undang-undang.
Menurut Irman, janji-janji tersebut sesungguhnya bukan visi dan misi tapi memang amanah undang-undang yang seharusnya dilaksanakan oleh presiden.
“Siapapun presiden yang terpilih harus melaksanakan amanah undang-undang,” katanya.
Irman juga mengingatkan, masyarakat agar tidak terpengaruh pada konflik di tingkat elite soal persepsi dan gestur calon presiden.
Persoalan yang dikhawatirkan, kata dia, jika eskalasi politik di tingkat elite semakin memanas sampai merambah ke masyarakat bawah sehingga terjadi konflik horizintal.
“Saya mengimbau masyarakat luas jangan terpengaruh dan jangan sampai menjadi alat politik kelompok elite,” kata Irman. [ant.ira]

Tulis Komentar

Custom Search