Tayang pada: Thu, Mar 27th, 2014

Nasionalisme dari Negeri Tiongkok

Jiayou Indonesia

Jiayou Indonesia

Resensi Buku :
Judul    : Jiayou Indonesia
Penulis  : Wenny Artha Lugina
Penerbit  : JB Publisher
Cetak    : I, Januari 2014
Tebal    : 186 Halaman
Peresensi  : Emi Rosyidatul M
Peresensi adalah Pustakawan Tinggal di Lamongan
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok adalah organisasi yang menghimpun pelajar Indonesia di Tiongkok. Organisasi ini bermula saat pelajar-pelajar tanah air yang mengenyam pendidikan di Tiongkok memerlukan wadah untuk menyampaikan aspirasi. Organisasi ini bersifat terbuka, independen, nirlaba, sosial, dan akademis. Landasan organisasi berdasarkan semangat persaudaraan serta jiwa persatuan dan kesatuan satu bangsa, bangsa Indonesia.
Sebagai wadah organisasi, PPI berusaha memupuk rasa kebersamaan, nasionalisme, dan patriotisme para pelajar Indonesia di Tiongkok. Dengan rasa kebersamaan tersebut, diharapkan dapat mempererat interaksi positif, menyediakan informasi, dan advokasi bagi pelajar dan calon pelajar Indonesia di Tiongkok.
Selain itu, PPI Tiongkok juga bertugas memberikan kontribusi positif yang proaktif, kritis, rasional, demokratis, independen, dan cinta damai bagi dinamika pelajar Indonesia di Tiongkok. Mereka berdiskusi memperbincang nasib Indonesia agar mampu berkompetisi dengan Negara-negara lain.
Buku ini merupakan manifestasi gagasan brilian PPI terhadap kondisi Indonesia itu. Meskipun berada di negeri orang tak menghalangi generasi muda berkarya bagi bangsanya. Melalui buku ini mereka hendak menyalurkan dua orientasi, yaitu nasionalisme dan tekad kuat menjadikan Indonesia melakukan pembangunan progresif.
Penanaman nilai nasionalisme dalam tubuh anggotanya terlihat dari pemilihan tanggal penetapannya, yaitu 28 Oktober 2012. Tanggal 28 Oktober dipilih bukan secara acak, melainkan nilai sejarah dari tanggal sakral tersebut. Tanggal yang sama telah mencatat persatuan pelajar di Indonesia pra-kemerdekaan. Semangat pemuda masa lalu yang berkumpul dalam Sumpah Pemuda inilah yang ingin diwarisi oleh PPI Tiongkok.
Sebagai pelajar yang tinggal di negeri orang, PPI Tiongkok memainkan peran dinamis dalam mengisi kemitraan strategis antara Republik Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok. Utamanya, dalam menjalin kerja sama bilateral yang saling menguntungkan untuk kepentingan nasional, kawasan regional, dan global.
Dilandasi semangat Sumpah Pemuda dan keprihatinan yang lahir akibat tantangan-tantangan bangsa Indonesia pasca-Reformasi, peserta Kongres Pertama PPI Tiongkok meminta pemerintah Republik Indonesia bersikap tegas. Sikap tersebut terutama diwujudkan dalam menghadapi tingkah laku yang mengancam keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.mereka mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk ikut mengawal demokrasi demi tercapainya Indonesia yang lebih baik. Salah satu gagasan brilian PPI dalam buku ini adalah pembangunan. Arti, pembangunan di sini adalah pembangunan yang mampu memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. (hlm. 3)
Kalimat tersebut menunjukkan makna dari konsep pembangunan berkelanjutan. Konsep ini selalu didengungkan dalam berbagai forum, baik tingkat regional, nasional, maupun internasional. Karena itu, selain kesadaran, penerimaan (pemasukkan) hingga tingkat aksi atau tindakan untuk berbuat sesuatu juga dibangun agar kehidupan manusia di dunia tetap seimbang. Implementasi konsep ini berkaitan erat dengan sistem yang berlaku, terutama sistem negaranya. Misalnya, negara Indonesia dengan sistem demokrasi yang mengutamakan musyawarah untuk mufakat. Praktis apa pun kebijakannya selalu berporos pada kepentingan rakyat.
Konsep kebijakan pembangunan berkelanjutan ini menekankan pada keseimbangan semua aspek kehidupan masyarakat. Untuk mencapai keseimbangan ini, perlu melihat konteks permasalahan yang ada terutama terkait dengan perkembangan sektor negara tersebut. Sebab, pembangunan selalu identik dengan kemajuan bukan kemunduran. Oleh sebab itu, setiap konsep kebijakan pembangunan terdapat harapan, cita, dan tujuan.
Dengan demikian, proses pembangunan terjadi di semua aspek kehidupan masyarakat, ekonomi, sosial, budaya, politik, yang berlangsung pada level makro (nasional) dan mikro (commuinity/group). Makna penting dari pembangunan adalah adanya kemajuan/perbaikan (progress), pertumbuhan dan diversifikasi. (hlm. 19-23)
Tapi dari kesemuanya yang paling penting pembangunan hendaknya ditujukan kepada pengembangan sumberdaya manusia. Dalam pemahaman ini, pembangunan dapat diartikan sebagai sebuah proses yang bertujuan mengembangkan pilihan-pilihan yang dapat dilakukan oleh manusia. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa peningkatan kualitas sumberdaya manusia akan diikuti oleh terbukanya berbagai pilihan dan peluang menentukan jalan hidup manusia secara bebas.
Rakyat merupakan tujuan utama dari pembangunan, dan kehendak serta kapasitas manusia merupakan sumber daya yang paling penting. Pengembangan manusia berkaitan erat dengan peningkatan kapabilitas manusia yang dapat dirangkum dalam peningkatan knowledge, attitude dan skills, disamping derajat kesehatan seluruh anggota keluarga dan lingkungannya.
Pembangunan bersifat partisipatif. Artinya, partisipasi masyarakat harus partisipasi sebenarnya, yakni partisipasi yang didasarkan atas kesadaran dan pengertian terhadap kegiatan bersama yang dilakukannya. Membaca buku setebal 186 halaman ini pembaca diajak meneladani kontribusi PPI untuk Indonesia. Mereka belajar ke luar negeri demi kemaslahatan Indonesia. Kontribusi PPI ini dapat ditiru pula oleh seluruh komunitas pelajar Indonesia di luar negeri.

Tulis Komentar