Soal Capres, PKB Buka Peluang Koalisi-judul

Jombang, Bhirawa
Partai Kebangkitan Bangsa memang sudah memiliki calon presiden (Capres), namun Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar menyatakan, partainya masih membuka peluang melakukan koalisi dengan partai politik lain untuk mengusung Capres. Kepastian penentuan Capres baru akan dilakukan paska pelaksanaan pileg 9 April mendatang.
Hal ini disampaikan Muhaimin saat melakukan silaturrahim dengan para pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang, Senin (10/2) kemarin. Dikatakannya,  Capres yang diusung oleh PKB harus teruji elektabilitasnya di mata publik serta mendapat dukungan dari para Kyai NU. “Yang pasti habis Pileg. Selesai pemilu legislatif nanti kita akan evaluasi tiga hal. Pertama, elektabilitas Capres, siapa yang paling memungkinkan,” jelasnya kepada sejumlah wartawan.
Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) ini menambahkan, dalam penentuan capres, perolehan suara hasil Pileg bakal menentukan siapa Capres yang akan diusung PKB. Karennya pihaknya masih membuka peluang melakukan koalisi dengan partai politik lain dalam penentuan Capres. “Yang kedua, daya dukung untuk bisa dua persen, artinya koalisi. Nah, yang menentukan koalisi ini kemauan semua pihak,” katanya.
Selain mangacu pada hasil Pileg dan elektabilitas Capres, PKB dipastikan juga akan menunggu petunjuk dari para Kyai NU. “Ketiga, hasil musyawarah ulama, pengurus NU dan Kyai. Dari situ PKB akan menentukan siapa Capres yang diusung,” ujarnya.
Disinggung tentang peluang koalisi dengan Partai Politik berbasis Islam, termasuk dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam mengusung calon presiden, Muhaimin menyebut peluang itu terbuka meski pihaknya belum merumuskan bentuk koalisi. “Dengan PPP belum, kami masih merumuskan bagaimana bentuknya,” katanya.
Dengan Partai lain maupun sesama partai politik berbasis islam, PKB berharap jika nanti terjadi koalisi, hal itu bisa berlangsung permanen selama satu periode jabatan presiden. “Kami maunya permanen, tidak seperti waktu presiden Gus Dur, terjadi koalisi lalu berhenti ditengah jalan. Kami tidak ingin itu (kembali) terjadi,” pungkas Muhaimin Iskandar.
Seperti diketahui, partai berlambang bola dunia ini kini telah memiliki tiga nama capres yakni, Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden, serta pedangdut  Rhoma Irama. [rur]