SMANOR Dongkrak Prestasi Melalui Peran Psikologi

Surabaya, Bhirawa

Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR) Jatim terus melakukan pembenahan untuk mendongkrak prestasi siswanya. Setelah menggembleng para atlet dengan latihan yang cukup keras, kini sekolah yang ada di Sidoarjo itu memaksimalkan tenaga psikolog untuk membina mental atlet.
Kekuatan fisik, teknik selama ini menjadi modal utama para atlet untuk meraih prestasi. Namun faktor mental juara dan pantang menyerah wajib dimilik semua olahragawan untuk meraih juara.
Faktor mental inilah yang saat ini tengah digarap secara serius oleh SMANOR yang saat ini sudah berhasil mencetak juara dunia, seperti pasangan Hamdani-Yusuf maupun Pranoto yang berhasil menjadi juara dunia di olahraga pencak silat.
Menurut Kepala UPT SMANOR, Drs, Zaenal Arifin, MPd, untuk melihat kemampuan atlet, pihak SMANOR sudah melakukan kerjasama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Pada akhir tahun 2013, seluruh siswa wajib mengikuti tes psikologi untuk mengetahui kemampuan dan kondisi para siswa.
Kemudian menggelar out bond dan mengundang motivator untuk membangkitkan semangat atlet. “Membentuk juara itu tidak bisa secara instan, tapi melalui proses, seperti melalui program latihan. Tapi kami juga harus mengetahui mental dan psikologi atlet agar mereka bisa enjot berlatih,” katanya saat dihubungi, Selasa (11/2).
Selama ini tuga pelatih adalah memberikan porsi latihan untuk para atlet, namun mereka juga menjadi penyemangat para atlet baik pada saat latihan maupun di pertandingan.
“Kami juga meminta pelatih maupun guru untuk menjadi motivator bagi atlet. Selain itu kami juga menggelar kegiatan kerohanian dengan tujuan membina mental atlet,” kata Zaenal.
Peran motivator ternyata sangat dibutuhkan oleh pelatih maupun siswa, bahkan mereka berharap tenaga psikolog itu bisa terjun langsung dilapangan untuk mengetahui secara langsung kondisi atlet.
“Motivator maupun tenaga psikolog sangat penting, karena mereka bisa membangkitkan semangat atlet, tapi kalau bisa mereka turun kelapangan dan melakukan dialog dengan para siswa untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi,” kata Pelatih Selam Anshori.
Lebih lanjut Anshori mengatakan, psikolog bisa mengetahui kepribadian maupun sifat atlet. Mereka juga bisa menampung keluh kesah atlet baik mengenai sistem latihan maupun permasalah pribadi.
“Semua permasalah itu nantinya bisa disampaikan ke pelatih, sehingga kami bisa mengetahui kondisi fisik maupun mental atlet,” katanya.
Sedangkan pelatih Judo, Kurniawan mengatakan, selama ini selalu memberikan semangat kepada atlet, baik saat berlatih maupun bertanding. “Banyak atlet yang malah grogi saat mau bertanding, disinilah peran pelatih maupun motivator memberikan semangat kepada atletnya,” katanya.
Sementara itu, salah satu siswa SMANOR, Diah Retno Kumalasari, mengaku selama ini lebih sering berkonsultasi ke guru BK jika ia mendapat masalah.
“Saya sering konsultasi dengan BP jika ada masalah, terus terang saya juga kadang merasa jenuh. Untuk mengatasi nervous saat bertanding, saya akan menyakinkan diri kalau semua berjalan dengan lancar. Kemudian setiap masuk matras pelatih selalu berpesan apa kamu tidak ingin naik podium juara,” kata atlet yang berhasil meraih emas Judo di kejuaraan internasional yang digelar di Bandung 2013 itu. [wwn]