Pertina Panggil Empat Petinju Hadapi Asian Games

Bhirawa
Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) akan memanggil empat petinju untuk memperkuat timnas Indonesia menghadapi Asian Games di Incheon, Korea Selatan, 2014.
Ketua Bidang Kepelatihan PP Pertina John Amanupunyo, saat dihubungi dari Makassar, Senin, mengatakan dari empat petinju yang akan memperkuat timnas, tiga diantaranya sudah ditetapkan masing-masing Julio Bria, Cornelis Wangu (Bali) serta Ester asal Maluku.
“Kami memang hanya memanggil empat petinju berdasarkan kuota yang diberikan Satlak Prima. Untuk satu petinju tersisa akan kami bahas dan tetapkan dalam rapat bersama pengurus pekan depan,” jelasnya.
Mantan Direktur Teknik Pertina Sulsel itu menjelaskan, pemilihan atlet dilakukan berdasarkan prestasi di SEA Games Myanmar 2013. Ketiga petinju juga dinilai sesuai umur yang memang rata-rata masih berusia muda.
Cornelis Wangu yang kini berusia 22 tahun itu di SEA Games 2013 berhasil menyumbangkan medali perak bagi Indonesia. Begitupun dengan Ester yang berusai 24 tahun juga sukses membuktikan dirinya layak memperkuat timnas dengan perolehan perak.
Sementara untuk Julio Bria, kata dia, meski tidak berhasil menyumbangkan medali di ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu namun tetap diakomodir. Apalagi petinju 24 tahun itu gagal bukan karena kualitasnya namun menderita cedera.
“Untuk nama terakhir tentu tetap kita lihat dari prestasi dan usianya. Intinya siapapun yang terpilih memang memiliki potensi untuk bersaing sekaligus memberikan prestasi bagi timnas,” katanya.
Mengenai dua petinju Sulsel yakni Erico Amanupunyo dan Alex Tatontos yang sebelumnya merebut medali perunggu, dirinya mengakui tidak ikut dalam bagian Asian Games. Selain hanya merebut perunggu juga karena dari usia sudah cukup senior.
PP Pertina memang lebih memprioritaskan petinju usia muda menghadapi ajang Asian Games 2014. Apalagi banyak petinju usia muda yang punya potensi besar memberikan hasil maksimal. Pihaknya juga percaya dengan persiapan yang lebih intens membuat kualitas atlet semakin meningkat.
Menurut dia, sesuai aturan organisasi tinju amatir AIBA memang tetap memperbolehkan petinju dari usia 19 hingga 40 tahun. Namun pihaknya melihat petinju yang lebih muda tentu kondisi fisiknya lebih maksimal dan bisa bertanding dalam waktu yang panjang.
“Selain masalah pengalaman, tampil di ajang sekelas Asian Games memang membutuhkan kondisi fisik yang lebih maksimal. Apalagi pertandingan Asian Games diikuti para petinju terbaik,” ujarnya. [ant]