Pakde Karwo Minta Caleg Tak Andalkan Nama Besar Partai

Pemprov, Bhirawa
Calon Legislatif (Caleg)dari Partai Demokrat diminta untuk bekerja keras mendulang suara, tidak sekedar ,mengandalkan nama besar.  Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo menegaskan para Caleg harus mempunyai startegi politik yang jitu untuk menarik konstituen.
Menurut Soekarwo yang akan menjabat Gubenur Jatim dua periode ini, saat ini 62 persen masyarakat Jatim minta didekati langsung oleh calon pemimpinnya.  Menurutnya, jika Caleg hanya sekedar pasang baleho ,tidak akan bisa menarik simpati masyarakat.
“Caleg Partai Demokrat harus memiliki modal strategi politik yang jitu untuk menarik konstituen di Jatim. Tidak cukup hanya memasang gambar besar-besaran di pinggir jalan. Sekarang sudah bukan eranya lagi,” ujar Soekarwo, ditemui di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (11/2).
Dia juga menekankan jika nama besar Partai Demokrat sudah tidak bisa lagi dijadikan modal untuk mendongkrak elektabilitas Caleg. “Saya akan sampaikan kepada mereka (para Caleg, red), bahwa bukan partai yang akan menjadikan mereka sebagai DPR, tetapi kompilasi aktor yang bisa menyatu dengan pemilih,” katanya.
Soekarwo sendiri selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jatim, dijadwalkan memberikan pembekalan strategi dan taktik pemenangan Pemilu bagi calon legislatif (Caleg) DPRD maupun DPR RI di Jatim. Paparan itu akan disampaikan dalam acara pembukaan Konvensi Partai Demokrat yang digelar di Grand City, Kamis (13/2) besok.
Seterusnya mantan sekdaprov Jatim ini mengatakan, jika pada era dulu ada ketokohan tunggal yang bisa menggerakkan massa, kini keputusan politik sudah cair di tangan masyarakat.
“Dengan perubahan ini kalau hanya pasang baliho sudah tidak bisa, serbuan udara juga tidak bisa. Aktor itu harus dekat dengan pemilih,” katanya.
Mengenai proses konvensi Capres Demokrat, Pakde Karwo-sapaat lekat Soekarwo mengharap, jika para calon konvensi tidak hanya mementingkan debat dalam konvensi, tetapi juga turun langsung masyarakat.
Paling tidak, lanjutnya,sejak tanggal 11-12 Februari bersamaan dengan pelaksanaan konvensi , para Capres sudah turun ke masyarakat untuk mencari keluhan-keluhan masyarakat tentang bangsa ke depan.
“Debatnya tidak begitu penting. Yang penting bagaimana merubah masyarakat yang tadinya no menjadi yes,” ungkapnya.
Sekadar diketahui, konvensi partai demokrat akan digelar di Grand City Surabaya pada Kamis, 13 Februari 2014. Sekitar pukul 15.00 wib sampai 21.00 wib, 11 peserta konvensi akan beradu program dalam debat.
Adapun 11 peserta konvensi tersebut adalah Ketua DPR Marzuki Alie, Anggota Komisi I DPR Hayono Isman, Menteri BUMN Dahlan Iskan, mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang.
Selain itu, ada anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa, Mantan KSAD sekaligus ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Pramono Edhie Wibowo. Kemudian Ketua DPD Irman Gusman, Dubes RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal, mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto, dan akademisi Anies Baswedan. [iib]