Pakde Karwo, Kapan Wong Cilik Melu Gumuyu ?

Pasangan Soekarwo-Syaifulah Yusuf (KARSA) pada hari Rabu Pahing tanggal 12 Pebruari 2014 (Hari ini, red) dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Propinsi Jawa Timur periode tahun 2014-2019 untuk yang kedua kalinya.
Dalam periode pertama tahun 2009-2014, selama lima tahun kepemimpinan “Karsa” atau lebih dikenal Pakde Karwo dan Gus Ipul tersebut telah menunjukkan perkembangan yang berarti dalam pembangunan didaerah Jawa Timur yang padat penduduknya. Dengan “Jargon APBD untuk rakyat” langsung tancap gas membangun disegala bidang, yang berjalan cukup lumayan baik, walaupun mengalami kendala. Dengan kepiawaian Pakde Karwo dengan dibantu Gus Ipul serta melibatkan seluruh komponen masyarakat di Jawa Timur maka semua Rencana Induk Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2009-2014 berhasil dilaksanakan dengan baik.
Berkaca dengan Semboyan dari Pemerintah Popinsi Jawa Timur yakni”Jerbasuki Mowobeya” untuk mendapatkan kesejahteraan harus dengan kerja keras. Terbukti dalam tugasnya selama lima tahun 2009-2014 Pakde Karwo dan Gus Ipul berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai sekitar 7 %, melebihi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan keberhasilan Pemerintah Propinsi Jawa Timur meningkatkan pertumbuhan ekonomi tersebut, menjadi acuan bagi pembangunan nasional dari Pemerintahan SBY-Budiono.
Maka tak heran kalau Pakde Karwo sering menjadi nara sumber untuk memaparkan hasil pembangunan di Jawa Timur diberbagai Perguruan Tinggi, Kementrian di Jakarta. Yang paling menarik dalam menunjang perekonomian di Jawa Timur, menurut penulis adalah meningkatkan peran koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Jawa Timur. Jumlah UMKM di Jawa Timur sekarang sudah mencapai 6,8 unit UMKM bisa menyumbangkan sebesar 54,39% dari PDRB Jawa Timur. Sekarang jumlah Koperasi di Jawa Timur ada 29.150 unit dengan perputaran keuangan sekitar Rp. 30 trilliun dan menampung 12 juta anggota Koperasi belum termasuk tenaga kerja yang terlibat dalam operasional koperasi.
Mengapa Pakde Karwo mengembangkan perekonomian UMKM dan Koperasi, karena UMKM dan Koperasi adalah merupakan benteng perekonomian bangsa Indonesia. Terbukti pada saat “Krisis Ekonomi Global” yang terkenal dengan “Krismon” tahun 1997-1998 dimana banyak perusahaan yang gulung tikar tetapi UMKM dan Koperasi tetap bisa berkembang.
Kendala yang dihadapi oleh UMKM dan Koperasi di Jawa Timur adalah masalah permodalan dan pemasaran, maka Pakde Karwo meningkatkan peran BPR Jatim menjadi Bank UMKM Jawa Timur. Karena UMKM dan Koperasi di Jatim utnuk mendapatkan permodalan Terkendala Masalah Agunan, Maka Pakde Karwo Membentuk PT. Jamkrida Jatim, Lembaga Keuangan Penjaminan.
Dengan Adanya Pt. JAMKRIDA Jatim tersebut, maka kredit UMKM dan Koperasi di Jawa Timur sebagian dijamin oeh PT. Jamkrida. Dengan demikian tak ada kendala bagi UMKM dan Koperasi di Jatim mendapatkan permodalan dari perbankan. Untuk memperdayakan peran wanita dipedesaan, maka dibentuk  Koperasi Wanita(Kopwan) diseluruh 8.506 desa di Jawa Timur dengan bantuan modal kerja setiap Kopwan sebesar Rp. 25 juta
Perkembangan KOPWAN di Jawa Timur, sekarang mempunyai jumlah anggota 397.397 orang, dengan modal sendiri Rp. 212.650.000,- volume usaha mencapai Rp. 431.292.298.361,- dengan SHU Rp. 22.706.830.164,-. Dibentuknya Koperasi Wanita (Kopwan) untuk memperdayakankaum perempuan di pedesaan agar semakin produktif, sehingga dapat meningkatkan derajat hidup kaum perempuan. Selain itu, juga untuk mencegah feminisasi kemiskinan yang biasa terjadi pada wanita single parent. Menurut data PPLS tahun 2011, dari 1.230.042 rumah tangga ada 152.343 kepala rumah tangganya adalah kaum perempuan.
Dengan berkembangnya perekonomian rakyat serta peran perempuan dipedesaan maka akan menghilangkan masyarakat yang terjerat dari rentenir.
Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi serta mengurangi pengangguran di Jawa Timur, menarik investasi pengusaha luar negeri maupun dalam negeri dibentuklah Pelayanan Terpadu Satu Atap dalam wadah P2T. Sampai tahun 2013 ada 121 perizinan dengan total investasi Rp. 15,5 trilliun.Peningkatan investasi di Jawa Timur diharapkan akan menampung banyak tenaga kerja dari daerah akan mengurangi pengangguran.
Pemerintah Propinsi Jatim, mendorong peningkatan komoditi eksport pertanian, juga menjaga stabilitas perdagangan dalam negeri. Pada tahun 2013, telah dilakukan kerjasama perdagangan antar propinsi dan sudah mendirikan 26 perwakilan dagang di 26 propinsi tersebut.Adapun nilai perputaran keuangan keluar masuk mencapai Rp. 900 trilliun. Nilai barang yang masuk di Jawa Timur mencapai Rp. 400 trilliun dan barang yang keluar dari Jawa Timur mencapai Rp. 500 trilliun. Dengan adanya perdagangan antar propinsi tersebut maka akan bisa mendorong perkembangan perekono mian didaerah masing-masing.

Kapan Wong Cilik Melu Gumuyu ?
Dalam periode lima tahun 2009-2014, kepemimpinan Sukarwo-Syaifullah Yusuf (Karsa) atau Pakde Karwo dan Gus Ipul banyak sekali yang diraih, memperoleh panghargaan dari Pemerintah Pusat dalam bidang pembangunan disegala bidang. Dalam periode lima tahun tersebut belum semua rakyat Jawa Timur merasakan berhasilnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Jawa Timur. Karena itu, dalam memasuki pemerintahan jilid 2, ada pertanyaan “Pakde Kapan Wong Cilik Bisa Melu Gumuyu”. Ya wajar saja,memang belum semua rakyat Jawa Timur menikmati hasil pertumbuhan ekonomi. Karena luasnyawilayah Jawa Timur serta jumlah penduduk yang besar yaitu 37 juta jiwa, sebenarnya keberhasilan pembangunan di Jawa Timur tersebut bukan tanggung jawab Pakde Karwo dan Gus Ipul saja. Tetapi juga menjadi tanggung jawab dari Bupati dan walikota diseluruh Jawa Timur sesuai dengan UU. 34/2004 tentang Otonomi Daerah.
Penduduk miskin di Jatim pada tahun 2009 berjumlah 6 juta orang maka sekarang sudah turun menjadi sekitar 5 juta orang. Jumlah kemiskinan akan terus diusahakan bisa dikurangi dengan bantuan dana bergulir sebesar Rp. 850 milliar disalurkan melalui Program Nasional pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di pedesaan. Karena itu pembangunan disegala bidang di Kabupaten maupundi kota Jawa Timur agar melakukan koordinasi dengan Pemerintahan Propinsi Jawa Timur.
Dalam mewujudkan pembangunan Jawa Timur, maka Pakde Karwo menetapkan 12 misi utama PJMD tahun 2014-2019. Diantaranya adalah perluasan lapangan kerja dengan pengembangan dan pemberdayaan Agroindustri yang berbasis kerakyatan. Peningkatan kapasitas daya saing UMKM dan Koperasi, SDM, permodalan dan pemasaran untuk menghadapi AFTA. Penguatan ekonomi perempuan dengan KOPWAN mempercepat penanggulangan kemiskinan, mengembangkan wajib belajar 12 tahun dan mengembangkan SMK. Peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat desa, peningkatan perdagangan dan pariwisata, pembangunan infrastruktur, lingkungan hidup, Sumber Daya Alam, Reformasi Birokrasi, penanganan masalah sosial, pelayanan pubik. Keamanan dan ketertiban, pembangunan berkelanjutan terpusat kepada rakyat.
Hasil pertumbuhan ekonomi yang dicapai oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur tidak ada artinya kalau belum sampai menyentuh kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Propinsi Jawa Timur perlu pembangunan dengan konsep inkluasi, yang mengikut sertakan potensi masyarakat.
Pemerintah Popinsi Jawa Timur telah banyak mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat, bidang Sumber daya Alam , pendidikan, keluarga Sejahtera, Ketahanan Pangan, Perikanan dan Kelautan dan lain-lainnya. Selain itu juga, mendapatkan penghargaan dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan ) tentang pengolahan keuangan Daerah yakni WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) sampai tiga tahun mulai 2010-2013. Pada akhir tahun 2013 lalu mendapat penghargaan kinerja pemerintahan terbaik secara nasional, diterima Pakde Karwo dari Wakil Presiden Budiono.
Duta besar Amerika Robert O. Blake ketika berkunjung ke kantor Jawa Pos di surabaya menyatakan bahwa akan meningkatkan kerja sama perekonomian Indonesia – AS, mendekatkan warga kedua negara, dan bekerjasama dalam mengatasi climate change. Dia menyatakan bahwa indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terkuat di dunia dan siap menjadi rekan dalam pertumbuhan ekonomi AS, ujar Robert Blake. Bahkan beliau berjanji akan mempromosikan Jawa Timur ke perusahaan Amerika. Jawa Timur mempunyai kesempatan yang sama dengan Jakarta untuk mencapai pertubuhan ekonomi yang tinggi, tuturnya. Blake juga ingin mengundang Walikota dan Gubernur Jawa Timur untuk pergi ke Amerika, melihat bagaimana iklim bisnis disana.( JP.8/2 ). Melihat pernyataan Duta Besar Amerika untuk Indonesia Robert Blake tersebut, jawa timur akan menjadi daerah yang pertumbuhanya tertinggi di indonesia/Karena itu, saya optimis dalam jabatan kedua kalinya Pakde Karwo dan Gus Ipul nanti akan menyaksikan “Wong Cilik Biso Melu Gemuyu” di jawa timur, khususnya dan Indonesia pada umumnya. Semoga .

Oleh    :
Agus samiadji
Wartawan anggota PWI Jatim