Lamongan Wakili Indonesia di Kompetisi Green City Asean

Lamongan, Bhirawa
Predikat Adipura Kencana kategori kota kecil untuk Lamongan rupanya juga berimplikasi pada ditunjuknya Kota Soto ini sebagai wakil Indonesia di ajang the 3rd ASEAN Environmentally Sustainable City (ESC) Award. Sebuah kompetisi bidang lingkungan hidup untuk kota yang menerapkan konsep green city tingkat Asean.
Hal tesebut disampiakan Sekkab Yuhronur Efendi saat memberikan pengarahan dalam apel pagi di halaman kompleks Pemkab Lamongan, Senin (10/2). Dia berharap keikutsertaan itu bisa menambah semangat pegawai dan warga Lamongan untuk tetap mewujudkan pembangunan Lamongan yang berwawaskan lingkungan.
“Alhamdulillah, Lamongan tahun ini menjadi peserta dalam kompetisi green city tingkat Asean, Environmentally Sustainable City. Semoga ini menambah motivasi kita semua untuk semakin semangat dalam bekerja. Karena ternyata kerja keras kita semua mendapat apresiasi dari pihak luar, ” pesan dia.
Motivasi dan semangat positif itu, lanjut Yuhronur, harus selalu hadir di setiap kali pegawai Pemkab Lamongan melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara demi sejahteranya Lamongan. Terlebih lagi menurut dia, pasca diberlakukannya UU No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak akan ada lagi istilah pinter goblok penghasilan sama  (PGPS). ” UU no 5 tahun 2014 tentang ASN ini akan semakin memacu semangat kerja karena mendasarkan prestasi kerja sebagai reward bagi PNS, ” kata dia.
Sementara Award pada edisi the 2nd ESC sebelumnya diraih oleh Kota Surabaya. Kepastian penyelenggaraan ESC edisi ketiga ini disepakati September tahun lalu dalam rangkaian acara 14th Meeting of the Informal Ministerial Meeting on Environment (IAMME) and Related Meetings di Surabaya.
Dalam pertemuan menteri lingkungan hidup se Asean dan mitra dari Vhina, Korea Selatan dan Jepang tersebut dicapai berbagai kesepakatan terkait pengelolaan lingkungan hidup. Salah satunya adalah kesepakatan penyelengaraan 3rd ASEAN ESC Award dan 2nd Certificate of Recognition Presentation Ceremony dilaksanakan bersamaan dengan IAMME ke 15 tahun 2014  di Laos.
Pemberian Penghargaan ini sendiri bertujuan untuk mempromosikan kota ramah lingkungan yang berkelanjutan di ASEAN dengan mengakui upaya keteladanan dan berbagi praktik terbaik untuk menjaga kota yang bersih, hijau, dan layak untuk ditinggali. [yit]