Inilah Pesan Ibu untuk Pelatih Timnas U 23

Malang,Bhirawa
Ibu Kandung Pelatih Timas U 23, H.Siti Khadijah, wafat Senin (10/2/2014) sekitar pukul 08.00 wib dalam usia 77 tahun dirumah duka Jalan Adi Mulyo, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Almarhumah meninggalkan 6 orang anak dan 18 cucu dalam kondisi sehat. Istri Almarhumah atau ayah kandung Aji Santoso yang bernama Samadikun, sudah lebih dulu menghadap Sang Khaliq pada tahun 1996 lalu dengan usia 63 tahun.
Mengenang sosok Ibu, Aji Santoso, anak ke 4 dari 6 bersaudara itu menceritakan, Ibunya dikenal wanita lembut yang bersikap adil pada seluruh anak-anaknya.
Menurut Aji, meski dari seluruh saudaranya ia dianggap orang yang paling sukses, perlakuan mendiang ibunya saat itu masih tetap sama. “Kepada seluruh anak-anaknya, ibu tidak pernah membeda-bedakan. Semua dapat kasih saya yang sama,” tegas Aji di rumah duka, Senin (10/2/2014) siang.
Mantan Pemain Nasional di era tahun 90 an itu melanjutkan, dirinya lahir dari keluarga sederhana. Ibu, selalu mengajarkan arti kasih sayang pada seluruh anaknya. Mengajarkan berjiwa sosial dan bekerja keras tanpa merepotkan orang lain.
Pertemuan terakhir Aji Santoso dengan mendiang ibunya, terjadi pada sepekan lalu dirumah Aji di Jalan Taman Sulfat 2, Kota Malang. “Saya bertemu ibu terakhir kalinya seminggu yang lalu dirumah saya,” paparnya.
Waktu itu, mendiang ibu menolak untuk tidur dan bermalam dirumah. “Saya menyesal waktu terakhir hanya bertemu setengah jam saja. Saat itu, ibu saya suruh menginap. Tapi tidak mau,” bebernya.
Setengah jam bertemu dengan mendiang ibu kandungnya, karena jadwal dirinya sebagai Pelatih Sepakbola dan Pemilik SSB Asifa Malang sangat padat. “Jujur dalam hati ada rasa menyesal. Tapi saya ihklas. Ibu pergi dalam kondisi baik dan tidak merepotkan siapapun,” ujar Mantan Pemain Arema dan Persebaya Surabaya itu.
Selama bertemu dengan ibunya seminggu lalu, tidak ada pesan khusus pada dirinya. Namun, saat bertemu dirumahnya, ibu hanya minta dirinya hati-hati dalam bekerja dan tidak berbuat yang macam-macam. “Pesan ibu pada saya, ibu minta saya bekerja dengan hati-hati dan tidak macam-macam,” urainya.
Aji mendengar kabar kepergian ibunya dari kakak kandung yang tinggal serumah dengan almarhumah. “Saya ditelpon ibu wafat pagi tadi. Sebelumnya, ibu masih sarapan pagi. Setelah itu masuk kamar. Berbaring di tempat tidur dan wafat,” kata mantan pelatih PON Jatim tegar. [top]