550 Aset Pemkab Tersertifikasi, 435 Dalam Proses

Jember, Bhirawa
Target Bupati Jember MZA Djalal untuk melakukan pendataan dan sertifikasi aset pemkab tampaknya tidak bertepuk sebelah tangan. Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset (BPKA) yang baru terbentuk langsung tancap gas untuk mencapai target tersebut. Hingga akhir 2013 kemarin, sekitar 550 aset berupa tanah dan bangunan sudah tersertifikasi.
Upaya pendataan ini diperkirakan akan terus bertambah, karena sampai saat ini sekitar 435 aset akan menjadi bidikan lembaga yang baru setahun dibentuk.”Awal Januari ini saja sudah 15 aset dari 435 aset diajukan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk disertifikasi,” ujar Kepala BPKA Jember Ita Puri Handayani saat dihubungi diruang kerjanya, Kamis (13/2) siang.
Ita, panggilan singkat Ita Puri Handayani, mengaku ekstra keras untuk melakukan pendataan aset yang masih tersisa. Ita mengaku dari 435 asset yang belum terdata 372 di antaranya berada di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.
“Kendalanya kita masih belum bisa melengkapi alas hak atas tanah. Misalnya, aset kita banyak dibangun sekolah baik SD maupun SMP, tanah kas desa dan sebagian dalam penguasaan PTP. Dan kami masih melengkapi alas hak atas tanah tersebut.,” kata Ita yang juga menjabat Kabag Keuangan Pemkab Jember.
Aset yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Jember lanjut Ita, inventarisasinya masih dilakukan oleh lembaga tersebut. Karena aset-aset itu ada yang sudah bersertikat atas nama Dinas Pendidikan. Sedang aset lain yang tidak berada dalam lingkungan Diknas, berupa aset tanah dan bangunan Puskesmas. “Aset yang peruntukannya untuk puskesmas, sekitar 20 titik awal tahun 2014 ini sudah diajukan ke BPN untuk mendapatkan sertifikasi,” terangnya pula.
Saat disinggung berapa nilai aset yang sudah tersetifikasi, Ita mengaku kalau dinilai rupiah sekitar Rp535 Miliar. Nilai ini berdasarkan harga nilai perolehan tanah aset. “Misalnya tanah tersebut terdata tahun 1980, sehingga taksirannya harganya sesuai dengan tahun itu. Kalau kita taksir dengan harga sekarang ya lebih mas,” katanya pula.
Sementara, untuk aset bergerak pemkab Jember sudah melakukan pendataan. Berdasarkan data, aset bergerak milik pemkab berupa alat berat terdata 155 unit, alat angkut 1603, alat ukur 78.086 unit, alat pertanian 4.307 unit, alat kedokteran 57.926 unit, alat lab 151.110, dan alat pengamanan 33 unit. “Semuanya terdata dan teridentifikasi,” pungkas Ita yang didampingi oleh Farisa Jamal staf BPKA kemarin. [efi.hms]