Legislator: Pemahaman KPK-Polri Sudah Sama

Jakarta, Bhirawa
Anggota Komisi III DPR Adang Daradjatun mengatakan pertemuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)-Kepolisian RI (Polri) untuk membahas kasus dugaan korupsi simulator SIM menunjukkan sudah ada pemahaman yang sama antara kedua lembaga itu.
“Sejauh pertemuan antara KPK, Polri dan Kejaksaan sepanjang dalam konteks penyelesaian kasus hukum, terutama kasus korupsi, tentu harus diapresiasi,” kata Adang Daradjatun di Jakarta, Senin.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu yang merupakan mantan wakil kepala Polri mengatakan perselisihan KPK-Polri harus segera dituntaskan sebagaimana arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar jangan sampai menguntungkan para koruptor.
Menurut dia, korupsi merupakan salah satu bentuk pelanggaran hukum yang luar biasa sehingga harus diusut dan diselesaikan oleh organisasi atau lembaga yang juga luar biasa.
“Kita sepakati bersama bahwa korupsi merupakan salah satu ancaman besar bagi bangsa Indonesia. Karena itu, korupsi menjadi salah satu perhatian besar Presiden sebagaimana yang disampaikan dalam pidatonya,” katanya.
Tim dari KPK, Polri dan Kejaksaan Agung pada Senin sedang mengadakan pertemuan untuk membahas tata cara pelimpahan berkas perkara simulator SIM yang menjadi salah satu penyebab perselisihan KPK-Polri.
Pada kasus yang diduga melibatkan mantan Kakorlantas Polri Irjen Pol Djoko Susilo itu, Polri dan KPK sama-sama melakukan penyidikan dan menetapkan beberapa tersangka yang beberapa diantaranya sudah ditahan di Bareskrim dan Brimob Polri.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, Sabtu (13/10), mengatakan pertemuan itu membahas gelar perkara, penelitian barang bukti dan masa penahanan para tersangka.
Dalam arahan yang disampaikan dalam pidato di Istana Negara, Senin (8/10) lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan sebaiknya KPK yang mengusut kasus dugaan korupsi yang melibatkan beberapa petinggi Polri itu.[@.HBO]